PRN SUMENEP – Sungguh sangat disesalkan sikap Kadis PU Cipta Karya Sumenep, bukannya menerima masukan dari lembaga kontrol terkait proyek yang ada di Sumenep, malah dengan sikap arogan marah-marah dan mengusir 2 wartawan yang sedang klarifikasi. 12/2/19.
Berawal dari 2 wartawan yang tergabung dalam IWO (Ikatan Wartawan Online) Sumenep yang mengklarifikasi perihal pelaksanaan proyek Drainase/Gorong Gorong dengan APBD 2018 senilai Rp 3,8 Milyar yang banyak terjadi kerusakan, dengan tak diduga Bambang Irianto Kadis PU Cipta Karya Sumenep dengan seenaknya mengusir wartawan yang meliput dari ruang kerjanya.
” Apakah kamu tauh sendiri kalau di jalan Kartini banjir…?, Kamu itu jangan seenaknya kalau ngomong!!!, Sudah kalian keluar aja disini adalah ruangan saya,” kata Bambang Irianto kepada 2 awak media dihadapan anak buahnya Hery Kabid Penataan Bangunan dan Lingkungan DPRKP dan Cipta Karya Sumenep dan Hendra (Staf).
Kedatangan 2 Wartawan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO Sumenep) Busri (Bendahara) dan ERFANDI (Seketaris) ingin menyampaikan kepada Dinas terkait bahwa kondisi jalan yang diatas Drainase/gorong gorong tersebut bergelombang akibat ambles di beberapa titik masih belum dilakukan perbaikan sampai berita ini ditulis, dan menyampaikan keluhan masyarakat yang tidak bersedia disebutkan, bahwa jalan di sebelah timur menjadi genangan air hujan yang mengalir di selokan dari arah Utara.
Sementara menurut Samsul Direktur utama media putra pena melalui selulernya turut bicara, dirinya sangat menyesalkan kejadian ini, semestinya Kadis pu Cipta Karya Bambang Irianto menghargai 2 wartawan yang menemui dirinya, apalagi mereka membawa informasi terkait kinerja dinas PU Cipta Karya, bukan malah mengusir
Lebih lanjut Samsul menegaskan dalam. Stepmennya bahwa, seharusnya sesama pengemban amanat undang-undang harus saling menghormati, dan sangat tidak terpuji bagi seorang Kadis yang mengatakan bahwa dirinya pemilik ruangannya, pasalnya walaupun dirinya seorang Kadis namun semua fasilitas dan pendapatannya adalah dari rakyat, dan artinya walaupun dirinya Kadis dapat diartikan dia buruhnya rakyat dan 2 orang wartawan tersebut adalah rakyat Sumenep.
“Masak seorang buruh ngusir juragan dan marah-marahi juragan” pungkas Samsul dengan nada kesal.
Menanggapi persoalan tersebut bersama dengan IWO akan ditindak lanjuti melalui prosedur hukum yang ada, agar dugaan kita tentang persoalan proyek tersebut terungkap. (erfandi & tim).

