By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: JP Koran Pilot Project PHK berlebel Pensiun Dini
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » JP Koran Pilot Project PHK berlebel Pensiun Dini
KABAR JATIM

JP Koran Pilot Project PHK berlebel Pensiun Dini

Redaksi
Last updated: 25 Juli 2020 12:40 pm
Redaksi
Published: 25 Juli 2020
Share
SHARE

PRN SURABAYA | “JP Keropos” berita terpopuler dan dibaca ratusan ribu kali portal online Cowas.JP.com yang menyuarakan media yang dapat dibilang raksasa di pulau jawa sedang dirundung persoalan yang sangat pelik. (JP Inisial nama media ternama di jawa timur)

Portal berita bentukan para pensiunan (Jp) ini menguraikan betapa pelik nya masalah perusahaan yang pernah memebesarkan nama mereka. Memasuki semester pertama masa-masa covid-19, Jp telah mengalami piutang gagal tagih, cost operasional yang tinggi, usaha efisiensi sampai pada pilihan memensiun dini karyawan.

Dalam catatan sejarah, ini bukan kali pertama Jp mengalami masa sulit. Krisis 1998 hampir semua perusahaan mengalami kesulitan termasuk Jp, namun Jp berhasil mengatasi tanpa memPHK satupun karyawannya. Kunci dari keberhasilan dimasa itu adalah keterbukaan bukan pemutusan hubungan kerja, demikian catatan Cowas.

Konco Lawas (Cowas) yang juga pelaku sejarah Jp menguraikan strategi pada masa itu begitu inovatif dan transparan. Sebagian awak redaksi ada yang didayagunakan di divisi iklan. Karena mereka punya relasi kuat di berbagai perusahaan dan instansi. Mereka pasti juga pintar membuat advetorial. Ada yang dialihkan ke koran Suara Indonesia hingga Suara Indonesia meraih prestasi fenomenal. Mencapai tiras 100.000 per hari. Bahkan ada yang ditugasi sebagai Satpam, untuk lebih menata organisasi Satpam.

Tapi tidak ada yang di PHK dengan alasan apapun. Tidak ada! Ketika kondisi pulih tahun1999, semuanya kembali ke Jp.

“Sekarang, pasukan dikorbankan. Sebaliknya direksi tiga dekade tetap dipertahankan. Padahal dia bukan pemilik. Kalau prestasinya fenomenal sih nggak apa-apa. Tapi, benarkah fenomenal? Mungkin ada hal lain yang kita kurang paham,” tutur narasumber Cowas.

Kekecewaan karyawan Jp ini cukup beralasan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar biasa mengambil keputusan untuk mempertahankan direksi yang ada. Langkah itu, Tidak ubahnya manajemen perusahaan tetap akan menjalankan konsep efisiensi. Tetap akan mengurangi jumlah karyawan. Pensiun dini di usia produktif-produktifnya jalan terus!

“Hanya mengganti seorang direktur keuangan, saya kira bukan solusi yang jitu,” seloroh seorang manajer yang wanti-wanti namanya agar tidak diekspos.

Petinggi Jp menganggap jumlah karyawan terlalu banyak dan kondisi perusahaan akan sehat jika jumlah karyawan dirampingkan, demikian informasi yang di dapat dari media portal ketika terjadi dialog dengan Cowas beberapa waktu lalu.

“Jumlah karyawan di JP dianggap terlalu banyak. Dan program memangkas karyawan tetap dilakukan dalam tahun ini,” akunya.

Tentunya konsep seperti ini juga akan diadopsi semua anak perusahaan dalam naungan Jawa Pos Holding. Koran Lombok Post kabarnya merumahkan 12 karyawan. Para karyawannya hanya digaji 40 persen dari gaji per bulan yang biasa diterima.

Di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan menginformasikan tanda-tanda senada. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berlabel: pensiun dini.

Menurut karyawan yang biasa dipanggil Cak Di, JP Koran akan menjadi pilot project perampingan karyawan. Jadi percontohan. Jika berhasil akan diterapkan di anak-anak perusahaan.

“Ke depan, JP Koran hanya dihuni karyawan usia muda. Punya visi milenial,” dalih karyawan yang baru menerima dana pensiun usia tepat 50 tahun ini.

Singkat kata, JP Koran tidak butuh lagi karyawan yang berusia di atas 40 tahun.

Oleh karena itu, Kamis (23/07/2020) karyawan dari divisi redaksi semakin gerah. Sekitar 30 lebih awak redaksi yang usianya di atas 40 tahun bakal terancam program pensiun dini.

Harapan untuk memperoleh pemimpin baru ambyar. Direktur Utama JP Koran, menurut mereka, masih dijabat Leak Kustiya. Kepemimpinan mantan karituris JP ini mereka anggap kurang humanis dan tidak bisa membangun harmonisasi tim.

“Dia tidak komunikatif. Tidak ada wadah buat kami untuk menyampaikan pendapat,” keluh seorang redaktur. “Kami juga menunggu inovasi mereka. Media ini mau dibawa ke mana?” timpal rekannya.

Mereka menganggap kebutuhan pemimpin baru mutlak diperlukan. Tapi, kenapa dipertahankan? “Berarti komisaris tidak mendengarkan aspirasi kami,” ujarnya.

Seorang wartawan senior mengatakan, pihaknya belum menyiapkan langkah konkret. Serikat Pekerja tengah melakukan konsolidasi. Memang, mereka tidak bisa menolak keputusan komisaris. Tapi, dalam penilaian mereka, direksi tidak sejalan dengan visi dan misi redaksi.

Apakah pihak komisaris memberikan pesan khusus atau tugas khusus kepada direksi? Bagaimana sebaiknya menyelesaikan masalah. Hal inilah yang belum diketahui dari RUPS virtual itu.

“Sampai malam ini kami terus berkomunikasi via Whatsapp (WA) Grup,” aku seorang pengurus SP. “Kami tetap berjuang demi almamater,” imbuhnya.

Yang pasti, para anggota serikat pekerja akan terus menyampaikan aspirasinya. Target mereka: Jawa Pos Koran tetap berjalan dengan kekuatan awak redaksi yang sudah matang dan berpengalaman.

Elaborasi berita: Henri samosir dari sumber Cowas.JP.com

You Might Also Like

Pemerintah Desa Pucangrejo Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun Salurkan Dana BLT DD Bulan Maret 2023
Prinsipal Randupitu Mangkir, Mediasi PTSL Buntu, Tergugat Tunggu ‘Selasa Depan’
Intip Dua Produsen Lele, Pemkab Kediri Dorong Penguatan Nilai Jual
Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Besar Lewat Lubang Buatan di Perut
Jelang Lebaran Warga Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Ucapkan Terimakasih Kepada Pemerintah Kabupaten Malang
TAGGED:JP BangkrutSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Redaksi
By Redaksi
5 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?