PRN SUMENEP | Seiring dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat, melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep, terus berupaya melakukan kajian mengantisipasi terjadinya genangan air di lingkungan RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Jumat 18/12/2020.
Hal ini, dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep, guna untuk memberikan kelancaran dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat di lingkungan rumah sakit, agar genangan air tersebut tidak mengganggu proses pelayanannya RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep Ir. Mohammad Jakfar, MM. melalui Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Hery Kushendrawan, ST. MT, mengatakan bahwa pada tahun 2020 dilakukan kajian untuk mengantisipasi genangan yang ada di RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
“Pada tahun anggaran 2020 ini, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, melakukan kajian untuk mencarikan solusi dalam mengantisipasi genangan air yang ada di RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep.” Ujar Hery Kushendrawan, ST. MT, kepada awak media. Jumat 18/12/2020.
Hery menambahkan, bahwa Perkembangan pembangunan rumah sakit dan daerah sekitarnya yang begitu cepat menjadi salah satu factor yang dipertimbangkan dalam melakukan kajian ini. Dan diharapkan akan menjadi solusi untuk mengantisipasi genangan yang ada di RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, sehingga pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat tidak terganggu.
“Faktor perkembangan pembangunan di area rumah sakit dan daerah sekitarnya yang cepat menjadi salah satu fator pertimbangan dalam melakukan kajian.” Imbuhnya.
Dari kajian tersebut, Hery berharap Kabupaten Sumenep, khusus di lingkungan Rumah Sakit tidak akan lagi ada genangan air.
“Kedepan diharapkan lingkungan RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, akan menjadi lingkungan rumah sakit yang minim genangan sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat sumenep.” (Erfandi).

