MOJOKERTO, PRN.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mengandeng pihak swasta gelar Pasar Murah Ramadhan dengan membagikan paket sembako murah di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Paket seharga Rp 100 ribu tersebut dibagikan kepada masyarakat melalui Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah dengan harga Rp 50 ribu. Hal itu mengundang banyak warga berdatangan untuk mendapatkan paket sembako dengan harga yang murah dibanding harga normal di pasar.
Salah satu warga Desa Pacet, Riris (27) mengatakan, jika harga paket sembako tersebut lebih murah dibanding di pasar. “Paket isinya beras 2 kilogram, gula 2 kilogram, tepung 2 kilogram, minyak 2 liter, sirup satu botol. Harganya lebih murah, harga beras di pasar satu kilogram saja sudah Rp 13 ribu,” tuturnya, Selasa (13/6/2017).
Staf Khusus Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Kemendag RI, Eva Yuliana mengatakan, kegiatan pasar murah ramadan tersebut bekerja sama dengan pihak swasta yang penyelenggaraannya dilakukan oleh pesantren. “Selain di Pacet, Mojokerto ini, ada 300 pesantren se-Indonesia yang diajak kerja sama,” ungkapnya.
Pola pasar murah ramadhan, lanjut Eva, berbeda dengan pasar murah seperti biasanya. Biasanya hanya menjual atau memberikan sembako murah tapi pasar murah kali ini yakni bagaimana memberikan nilai manfaat lebih banyak. Sehingga ada CSR yang diberikan oleh pihak swasta kepada masyarakat berupa sembako dengan harga murah dan kepada pesantren.
“Diharapkan kedepannya, inilah potret Indonesia, dimana pemerintah hadir bersama dengan swasta dan bergandeng tangan dengan simpul masyarakat yakni pesantren. Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pelaku usaha swasta karena sudah rela memberikan sebagian rizkynya untuk berbagi dengan rakyat,” katanya.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pesantren yang bekerja sama dalam kegiatan tersebut karena telah berbagi kepada masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya selain menggelar pasar murah ramadan, di setiap kunjungan ke daerah, pihaknya juga memantau harga sembako.
“Harga sembako berbeda dengan tahun lalu, dimana tahun ini harga bahan pokok relatif stabil bahkan ada beberapa komoditi yang turun. Dengan membagi sembako murah dibantu oleh perusahaan swasta dan diselenggarakan oleh pesantren diharap bisa mendorong stabilitas harga bahan pokok di pasar terutama jelang lebaran,” ujarnya.
Eva menjelaskan, pemilihan penyelenggara pasar murah ramadhan adalah pesantren karena pesantren merupakan salah satu simpul masyarakat yang bisa membawa manfaat yang baik. Yakni pesantren sebagai agen budaya, ilmu, pendidikan dan kemudian menjadi simpul bertemunya masyarakat.
Pengasuh Ponpes Al Falah, KH Mubayin Safi’i menyambut gembira dengan kegiatan pasar murah ramadan yang digelar Kemendag RI tersebut. “Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup baik. Dengan datangnya bulan ramadhan ini semoga semua diberkahi, baik Kemendag dan perusahaan yang ikut dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Pihaknya berharap, kedepan Menteri Perdagangan RI bisa memberikan perhatian lebih lagi kepada masyarakat yang membutuhkan dan pesantren. Pasar murah ramadhan yang digelar Kemendag RI tersebut dalam setiap titik dibagikan 500 paket sembako dengan nilai Rp100 ribu dan dijual Rp 50 ribu. Di Mojokerto ada dua titik sasaran. (red/nt)

