PRN BANYUWANGI| Kali adalah klaster hajatan di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. Sebanyak 46 warga terpapar COVID-19. Dari jumlah itu satu meninggal dunia, dan 19 sembuh, dan 26 kasus aktif.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan awal ditemukan klaster hajatan Purwoharjo diawali dengan 14 orang yang sebelumnya mengikuti acara hajatan terpapar COVID-19. Klaster ini diketahui saat seorang warga sakit dan saat dilakukan tes positif COVID-19.
“Di sana (Sumberasri) ada lonjakan kasus orang-orang yang mengikuti hajatan, ini ada 14 orang positif,” kata pria yang akrab diapa Rio ini kepada wartawan, Senin (21/6/2021).
Namun dari klaster ini sejak hari Minggu kemarin, sudah tak ada lagi ditemukan tambahan positif saat dilakukan tes dari kontak erat.
Terus Bertambah, Klaster Hajatan Banyuwangi Capai 43 Kasus Positif COVID-19
“Kemarin sudah tracing dan tak ketemu lagi yang positif,” kata dia.
Rio mengatakan munculnya klaster hajatan ini menandakan COVID-19 menyebar cepat ketika ada kerumunan.
“Ini penularan terjadi di kerumunan dan buka masker. Kami imbau warga waspada ketika mengundang orang yang berpotensi kerumunan. Harus pertimbangkan ulang,” katanya.
Klaster Hajatan di Banyuwangi Menyebar, Balai Desa Wringinpitu Di-lockdown.
Rio mengatakan jika ada kegiatan harus melaporkan ke Satgas Kecamatan untuk dinilai apakah bisa menerapkan protokol kesehatan atau tidak.
Dengan demikian, ada dua klaster hajatan di Banyuwangi yang saat ini terdeteksi. Klaster hajatan pertama terdeteksi di Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo.
Data dari Dinkes Banyuwangi, sebanyak 6.857 warga terpapar COVID-19 per 20 Juni 2021. Dari jumlah itu, 256 dirawat, 5.902 sembuh, dan 699 meninggal dunia.
Imbauan satgas Covid 19 kabupaten Banyuwangi kepada masyarakat Banyuwangi untuk tetap menerapkan dan mematuhi 5 M, semoga penyebaran virus Covid-19 dapat di putus.
(Solikin).

