Ngawi, prn.id– Di daerah lain pada berebut proyek agar dapat dirasakan masyarakat pada umumnya, namun berbeda dengan pemerintah daerah Ngawi proyek yang menelan milyaran uang rakyat untuk pabrik pakan ternak melalui dinas Peternakan dibiarkan sebagai tontonan seperti musium.
Nasib Pabrik Pakan Ternak bernilai milyaran di jalan raya Ngawi – solo KM 12 tepatnya di desa Gemarang , Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi bernasib tragis seperti bangunan – bangunan pemerintah kabupaten Ngawi lain yang tidak terawat dan berfungsi seperti master plan awal perencanaan pembangunan.
Pembangunan dan pengadaan Pabrik Pakan Ternak Ngawi di era akhir kepemimpinan Bupati Ngawi Dr.H.Harsono th 2009, dianggarkan dari APBN dengan nilai yang cukup fantastis, milyaran rupiah , tinggal menyisakan cerita .
Sejak berdiri pengelolaan Pabrik Pakan Ternak yang di kelola langsung di bawah Dinas Peternakan .yang waktu itu masih di jabat oleh Ir Bambang Wiyono , beberapa kali mengalami polemic adminitrasi yang berdampak Pabrik Pakan Ternak mesti gulung tikar.
Untuk menyelamatkan dan menghidupkan kembali exsistensi Perusahaan , Pemkab Ngawi melalui Dinas terkait ( Dinas Peternakan ) tahun 2013 mengadakan MUO dengan PD Sumber Bakti guna mengambil alih pengelolaan Pabrik Pakan ternak , hanya bertahan satu tahun lagi-lagi polemic adminitrasi menjadi kendala mengancam ‘ Perusahaan jatuh pailit ‘ tahun 2014.
Seperti langkah sebelumnya guna menyelamatkan reputasinya PD Sumber Bakti mengandeng investor luar daerah untuk mengoprasionalkan dan mengelola Pabrik Pakan Ternak milik Pemkab Ngawi tahun 2014 , Di bawah pengelolaan Hermawan yang tercatat sebagai WNA keturunan yang menetap di Kabupaten Karanganyar – Jawa Tengah , roda perusahan tanpak sehat dengan melimpahnya prodak pakan bahkan perusahaan mampu mendistribusi kebutuhan pakan ternak di luar Kabupaten Ngawi.
Satu tahun di bawah pengelolaan Hermawan , polemic perusahaan pakan ternak kembali muncul dengan lain tema , masyarakat sekitar Pabrik Pakan Ternak lakukan protes ke DPRD dan Pemkab Ngawi akan dampak lingkungan yang ditimbulkan . “ Benar warga saat itu protes ke DPRD dan Pemkab.Ngawi karena bau limbah pabrik menggagu kesehatan warga “ ujar Nurdin ( nama samara ) warga sekitar Pabrik.
Menanggapi dilema Pabrik Pakan Ternak sebagai salah satu penyumbang PAD Ngawi , Ony Anwar ST ( Wabup Ngawi ) yang kebetulan putra Dr.H. Harsono ( Mantan Bupati Ngawi dua periode ) angkat bicara , “ Sejak tidak lagi beroprasinya pabrik pakan ternak di desa Gemarang akibat protes warga sekitar pabrik , Pemkab Ngawi melalui Dinas terkait telah menganggarkan pengadaan bangunan pabrik pakan ternak baru dan pemindahan alat produksi , tahun 2016 di lokasi tanah milik PD Sumber Bakti di dusun Mencon Desa Karang Tengah Prandon , Kabupaten Ngawi “.
Ironis , sejak di bangunnya gedung baru yang di kerjakan oleh Cv. Perkasa dengan nilai anggaran Rp 993,599.500 sumber dana DAK DAU kabupaten Ngawi th 2015 ,bangunan pabrik pakan ternak yang sudah rampung berdiri akhir Desember 2015 bernasib sama dengan kondisi pabrik pakan ternak di desa Gemarang , vakum kegiatan produksi di karenakan sarana produksi belum di pindahkan ke pabrik baru sampai tahun ini .2017.
Dinas Pertanian Ngawi melalui , Indah . Kabid Peternakan leding sector pengelola dan penaggung jawab Pabrik pakan ternak mengatakan “ Dinas tidak membiarkan dengan belum beroprasinya pabrik baru di dusun Mencon , Dinas masih menunggu master plan pengunaan dan manfaatnya , lebih jelasnya menunggu kepulangan Kepala Dinas yang sekarang masih umroh “ , ujarnya singkat.
Menanggapi stetmen kabid peternakan , Aris pengiat LSM BAI Ngawi , “ Saya kira sangat konyol kalau baru membuat master plan semestinya sudah di rencanakan dari awal , bukan gedung sudah jadi seperti sekarang ini , jelas dugaan kami ada hal-hal yang signifikan kenapa pabrik itu sampai sekarang belum bisa beroprasi , coba kita akan memaksimalkan mengali data dan fakta di lapangan , ada apa ? “ Ia juga menambahkan ada apa dengan regulasi pemindahan alat produksi yang terkesan sulit , di kemanakan anggaran pemindahan alat produksi pabrik yang seharusnya sudah teranggarkan tahun itu juga , ini catatan penting yang mesti terjawab kedepannya. (bb/prap )

