PRN Ngawi | Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), upaya kesehatan pemberdayaan masyarakat, yang mempunyai tujuan menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) untuk ibu hamil dan melahirkan. Posyandu merupakan garda terdepan dalam mencegah balita stunting.
Setiap bulan februari dan agustus merupakan bulan timbang, yaitu balita ditimbang berat badanya (bb), pengukuran tinggi badan (TB), pengukura lingkar kepala (LK), pemberian Vit A dan pemberian obat cacing oleh Kader Posyandu. Di Posyandu juga ada penyuluhan perorangan dan penyuluhan kelompok bagi ortu balita. Bila anak stunting akan memberikan dampak pada kecerdasannya, imun anak kurang baik, mudah sakit, anak beresiko kena diabet, kanker, jantung bahkan stroke.

Endang Setiyowati Kasubag Umum Dinas Kesehatan Ngawi mengatakan, “Setiap bulan baik di Rw maupun di Dusun – Dusun, membuka pelayanan Posyandu, baik untuk balita maupun Lansia (pemeriksaan kesehatan oleh nakes). Yang punya balita usia 0-59 bulan diwajibkan ortu membawanya ke Posyandu. Agar tau perkembangan balitanya. Ada 6 meja nanti yang melayani. Di Posyandu inilah salah satu sarana pencegahan balita stunting. Di Posyandu ada pemberian obat pencegahan pasal (Cacingan), penanggulangan diare, sanitasi dasar dan peningkatan gizi (PMT). Bila ada masalah pertumbuhan anak usia 0-23 bulan segera diketahui dan diatasi,” ujar Kasubag Umum.
“Untuk program Restu Ibu (Gerakan tuntas Gizi Buruk) dan Kurang Energi dan Protein (KEP) tetap berjalan. Setiap balita Stunting / gizi buruk Satker harus menggandeng orang tua asuh seperti, camat, Kades, Dokter maupun Bidan, demi cepatnya penanganan dan menanggulangi,” tutup Endang Setiyowati. (Jatmiko)

