PONOROGO, PRN.id – Terkesan ceroboh tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan, sebanyak 54 rumah warga Ponorogo bakal ditenggelamkan demi berdirinya mega proyek Waduk Bendo. Mirisnya, hingga saat ini warga yang terdampak tak kunjung direlokasi. Ataupun kompensasi lain yang dijanjikan.
Padahal pantauan di lapangan, ke 54 rumah tersebut rusak berat, akibat proyek Waduk Bendo. Proses audiensi antara warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo dengan Pemkab Ponorogo sempat memanas.
Warga juga emosi, karena belum ada kejelasan relokasi, rumah akan ditenggelamkan. “Audiensinya sama saja. Tidak berfungsi. Soalnya tempat relokasi tak kunjung ada, kompensasi juga nol,” kata Didik Suwekno, salah satu warga, Jumat (28/7/2017).
Apalagi, lanjut dia, proyek bernilai Rp 651 Miliar tersebut sudah berjalan 50 persen. Berarti ke 54 rumah dengan 300 jiwa akan segera ditenggelamkan begitu saja. Sementara, warga lain, Wahyu Wardiana, mengaku mulai tidak nyaman. Karena pembangunan proyek non stop 24 jam. “Berisik sampai malam. Kenyamanan tidur saya terganggu,” katanya.
Tidak itu saja, lanjut dia, debu jalanan juga harus dihisap oleh warga sekitar. Truk-truk besar yang membawa material berlalu lalang tanpa henti. Disisi lain, perwakilan Pemkab Ponorogo, Yudi Asmoro, berusaha menghindar ketika dikonfirmasi. Bahkan ia melimpahkan ke pelaksana proyek. “Bukan tanggung jawab pemkab. Itu wewenang pelaksana proyek,” katanya singkat. (mit/red)

