PRN PASURUAN | Sungguh sial apa yang dialami oleh Maulidiah warga Kedawung Kecamatan Grati Pasuruan, pasalnya rumah satu satunya peninggalan Nenek diminta oleh perangkat desa untuk dibongkar dan akan dibangun kembali oleh pemerintah, ternyata sudah empat bulan masih terbengkalai. 13/7/2022
Menanggapi keluhan warga yang tidak jelas nasibnya karena ulah perangkat desa Kedawung Kulon ini, Dedy salah satu anggota Aliansi Gema Anak Bangsa (GAB) bersama dengan IVA selalu Ketua DPC Aliansi GAB Pasuruan mencoba mengklarifikasi permasalahan ini kepada S (inisial, red) salah satu Kepala Dusun di wilayah Kedawung Kulon.

Dalam keterangannya kepada Pena Rakyat News IVA selalu Ketua DPC Aliansi GAB Pasuruan merasa kecewa dengan sikap Kasun S, pasalnya saat di klarifikasi S bukannya menjelaskan mengapa rumah warganya yang sudah dibongkar 4 bulan yang lalu kok belum dibangun, malah S bersikap arogan layaknya preman dengan membentak-bentak.
“Opo Karepe / Apa Maumu”
Melihat situasi yang tidak bersahabat dan terkesan menantang, IVA bersama anggota GAB langsung menemui IS (inisial, red) Kepala desa Kedawung Kulon yang infonya sedang rapat di kantor Kecamatan Grati.
Senada juga disampaikan oleh Maulidiah kepada media PRN bahwa dirinya berani membongkar rumahnya karena di janjikan oleh perangkat desa Kedawung Kulon akan dibangun kembali dengan bantuan dari pemerintah namun faktanya sudah empat (4) bulan rumahnya dibongkar sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dibangun kembali oleh pihak pemerintah Desa Kedawung Kulon.
” Ceritanya pada tahun 2011 rumah tersebut milik nenek saya yang dulu juga dibuatkan oleh Koramil dan memang sekarang sudah tidak layak huni, tapi sekarang malah lebih parah karena disuruh bongkar tapi tidak dibenahi” Ucap Maulidiah.
Lebih lanjut Aliansi GAB DPC Pasuruan tetap akan menanggapi sikap arogan Kasun S dengan melayangkan laporan kepada pihak terkait agar kedepan sikap pejabat pemerintahan desa sebagai pelayan masyarakat lebih humanis dan profesional. (Agus).

