PRN Surabaya | Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2023 Jawa Timur Tingkat inflasi month to month (mtm) gabungan 8 kota Februari 2023 sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,78.
Sedangkan nasional mengalami inflasi mencapai 0,16 persen (mtm).
Sedangkan inflasi year on year (yoy) gabungan delapan kota Februari 2023 Jawa Timur sebesar 6,47 persen. Nasional (yoy) mencapai 5,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,16.
Dalam Berita Resmi Statistik Jawa Timur edisi 01 Maret 2023, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan menjelaskan, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran:
Yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,68 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,70 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,74 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,40 persen.
Kemudian kelompok kesehatan sebesar 4,61 persen; kelompok transportasi sebesar 14,73 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,14 persen; kelompok pendidikan sebesar 4,98 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 9,67 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,77 persen.
“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen,” papar Dadang.
Masih kata Dadang pada level kota, Inflasi yoy Februari 2023 tertinggi terjadi di Jember sebesar 7,21 persen dengan IHK sebesar 116,05 dan terendah terjadi di Probolinggo sebesar 5,36 persen dengan IHK sebesar 112,39.
Tingkat inflasi yoy Februari 2023 komponen energi sebesar 16,78 persen, dan secara mtm tidak mengalami perubahan.
“Tingkat inflasi yoy Februari 2023 komponen bahan makanan sebesar 7,32 persen, dengan tingkat inflasi mtm sebesar 0,34 persen,” pungkas Dadang. (Roji)

