PRN Surabaya | Surabaya- Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) mencatat bahwa nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Juni 2023 turun 1,27 persen dari 101,39 di bulan Mei 2023 menjadi 100,10 di bulan Juni 2023.
Rilis Berita Resmi Statistik Jawa Timur edisi 03 Juli 2023, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dr. Zulkipli menyampaikan, bahwa
perkembangan NTN bulan Juni 2023 terhadap Desember 2022 (tahun kalender) turun sebesar 2,34 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Juni 2023 terhadap Juni 2022 (year on year ) turun sebesar 3,60 persen.
Dari enam provinsi di Pulau Jawa kata Zulkipli yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Juni 2023, tiga provinsi mengalami kenaikan NTN, dan tiga provinsi mengalami penurunan NTN.
Provinsi DI Yogyakarta merupakan provinsi yang mengalami kenaikan NTN tertinggi, yaitu sebesar 2,14 persen, lalu disusul Provinsi Jawa Barat naik 0,40 persen, dan Provinsi Banten naik 0,14 persen.
Adapun yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi Jawa Tengah yang turun sebesar 0,18 persen, Provinsi DKI Jakarta turun 0,50 persen, dan Provinsi Jawa Timur yang mengalami penurunan sebesar 1,27 persen.
Sementara pada Mei 2023 Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Jawa Timur naik sebesar 0,39 persen, begitupun Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen.
Nilai Tukar Nelayan (NTN) adalah perbandingan indeks harga yang diterima nelayan (It) terhadap indeks harga yang dibayar nelayan (Ib).
“NTN merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli nelayan. NTN juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk perikanan tangkap dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” pungkasnya (roy).

