PRN Ngawi | Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi lewat Dinas Sosial Ngawi, mengadakan Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan Ekstrem. Dengan tujuan agar data yang sudah masuk diolah secara karakteristik sehingga mudah dalam pemilahan jenis intervensi yang dibutuhkan.

“Peserta yang diundang, operator DTKS Desa, dari Kecamatan Sine 15 orang, Kecamatan Ngrambe 14 orang, Kecamatan Jogorogo 12 orang dan Kecamatan Kendal 10 orang. Verval kemiskinan didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBHCHT) “Tutur Budi Santoso Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi.
“Penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Ngawi yang masuk dalam P3KE, atau usulan Masyarakat, seperti Lansia, disabilitas yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri,” tambah Budi Santoso.
Hasil verval bisa menjadi potret keadaan kemiskinan ektrem terbaru dan akan dijadikan intervensi penanganan kemiskinan di Kabupaten Ngawi. (Jatmiko)

