JAKARTA, PRN.id – Munculnya isu nama baru dalam daftar calon walikota Bekasi di PDI-P atas nama Dr.Tri Adhinato Tjahyono, SE.MM yang mengantongi KTA (Kartu Tanda Anggota) partai PAN, membuat para kader PAC PDI-P kota Bekasi pendukung Muhtar Muhammad (M2) tergugah, bersama para ormas asal Bekasi Utara datang berduyun-duyun menggruduk gedung DPP PDI-P Jakarta. Guna menyampaikan aspirasinya dan mempertanyakan kebenaran perihal isu tersebut kepada Pimpinan (Ketua Umum) PDI-P.

Dan menurut Alex Suherman selaku pengurus anak cabang dan sekretaris PAC PDI-P kota Bekasi sekaligus pendamping M2 mengatakan kepada awak media PRN saat ditemui di halaman gedung PDI-P, “Pada intinya PDI-P ini kan ada mekanisme nya dalam pilkada. Yakni tentang SK yang telah dibuat oleh DPP, terkait dengan prosesnya yang dimulai dari penjaringan, penyaringan, pendaftaran para calon dan kandidat para calon, semua proses sudah dilalui oleh DPC PDI-P kota Bekasi,” jelasnya.
Satu nama yang telah diusulkan dari kota Bekasi yakni Muhtar Muhammad (M2). Disamping itu juga ada 3 nama lainnya yakni Panin Imanudin, Tumai dan Engkus Supriatin. Namun pada tanggal 3 Desember 2017 ketiganya menyatakan mundur. Jadi diambil keputusan oleh DPP bahwa untuk wilayah Bekasi hanya ada satu nama calon walikota yakni M2 untuk menuju perkembangan politik yang dinamis seiring dengan perkembangan waktu.
Jadi tujuan para kader yang terdiri dari anak ranting, ranting, PAC dan DPC beserta para anggota ormas wilayah Bekasi Utara datang ke Gedung DPP untuk meyakinkan kepada DPP bahwa dikota Bekasi khususnya untuk M2 itu kondusif.
“Sambutan masyarakat terhadap Muhtar Muhammad (M2) sangat mendukung. Anehnya, kenapa ada isu bahwa M2 tidak didukung oleh masyarakat. Karena faktanya yang ada semua masyarakat dari kota Bekasi yang terdiri dari 12 kecamatan dan 56 kelurahan secara eksternal (diluar partai) itu sangat mendujung M2,” papar Alex.
Sesuai hasil rapat yang telah dilakukan dikantor DPC mengenai wakil walikota nanti bisa siapa saja asalkan walikota tetap M2. Karena secara kelembagaan partai (internal) itu sudah pasti. “Ketika keputusan partai diketuk, kita pasti akan menjalankan, karena amanah partai. Tapi ketika amanah partai itu tidak dijalankan sesuai aspirasi dari pengurus yang ada di kota Bekasi, kami siap undur diri dari kepengurusan partai bahkan mungkin akan memilih golput,” ucap Alex tegas.
Tentang isu yang tersebar dibeberapa media online bahwa PDI-P kedatangan “petahana” yang notabene nya lawan kita membawa salah satu orang yakni kepala dinas (PNS).
“Menurut informasi, mereka dipanggil ke DPP Lenteng Agung. Kalau itu memang benar, kami ingin meluruskan bahwa nama baru tersebut termasuk pegawai negeri sipil (PNS). Dan setau saya PNS itu tidak boleh berpolitik praktis, contohnya dia mengantongi keanggotaan partai PAN dan satu hal lagi, seumpama dia dicalonkan, apakah tidak akan menyakiti hati rakyat terutama rakyat PDI-P ini yang merupakan partai ‘wong cilik’ yang notabene nya kemarin pas sebelum adanya pilkada dan bahkan menjelang pilkada ini terjadi penggusuran dinana-mana terutama rumah-rumah rakyat kecil. Dan semua itu atas perintah dari Tri Ardianto dan Rahmat Efendi (Pepen), anggota petahana dan walikota sekarang, yang dulu adalah wakilnya pak Muhtar,” urainya.
Intinya, “Masyarakat kota Bekasi dan seluruh kader dari anak Ranting, Ranting, PAC dan DPC PDI-P Bekasi hanya mengusulkan satu nama yakni Muhtar Muhammad (M2) sesuai dengan rapat pleno DPC tanggal 3 Desember 2017,” pungkas Alex.
Terpisah, komentar Hiu Hindiana selaku Wakil Ketua bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPC PDI-P Kota Bekasi saat ditemui awak media ini mengatakan hal yang sama tentang tujuankedatangannya bersama para kader dan pengurus DPC lainnya yakni mencari kebenaran tentang isu yang muncul. “Terkait isu yang tersebar di medsos dan media online lainnya soal nama calon baru untuk posisi walikota ‘itu tidak benar’, hal tersebut telah disampaikan oleh bapak Andreas saat rapat tadi bahwa itu hanya rumor politik saja. Dan kami sebagai PDI-P dari kota Bekasi yang mempunyai 12 anggota dikursi DPRD tetap solid untuk dapat mengusung calon walikota dan wakil pada pilkada 2018. Dan saya berharap bahwa apa yang telah disampaikan oleh pak Andreas dihadapan kami selaku petugas partai DPC, Ranting dan PAC itu tetap konsisten. Dengan 12 kursi kita mampu untuk meraih suara dan siap menghadapi lawan politik, siapapun itu termasuk petahana, tidak ada masalah dan akan tetap solid,” terangnya dengan tegas.

“Dan kedatangan kami ke DPP ini adalah untuk menunjukkan kesolidan kami. Dan pak Muhtar yang diusung oleh banyak kader juga struktural partai sangat ‘legowo’, yang artinya bahwa beliau bukan semata-mata untuk merebut kekuasaan atau berambisi untuk menjadi walikota, tapi beliau menghendaki partai yang terbaik. Baginya kehormatan partai adalah diatas segalanya. Artinya, M2 siap walaupun tidak didukung sebagai calon walikota, setidaknya dia sudah menyatakan siap memimpin Tim Pemenangan kota Bekasi,” lanjutnya.
Untuk kesiapan DPC PDI-P Bekasi mengenai acara HUT PDI-P yang akan digelar di JCC tanggal 10 Januari nanti, mereka merasa siap. “Mengenai HUT PDI-P nanti kami DPC PDI-P Kota Bekasi sangat siap, karena undangan itu secara resmi dan disebutkan juga bahwa yang hadir adalah DPC yang terdiri dari 19 orang, dan kami siap hadir untuk merayakan HUT PDI-P,” pungkas Hiu dengan tegas dan lantang penuh semangat. (put/tim).

