PRN Sidoarjo l Sidoarjo – Meski sudah jelas tertera di dalam kontrak,namun penerapan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pelaksanaan pekerjaan proyek di lingkungan kerja pemkab Sidoarjo sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP) seringkali terabaikan.
Kali ini,terpantau pada proyek pembangunan gedung Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Betro,Sedati yang dikerjakan oleh kontraktor CV.LJ dengan anggaran sekitar Rp.574.703.894 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)Tahun 2024,diduga telah mengabaikan K3 para pekerjanya. Di ketinggian,terlihat beberapa pekerja tidak memakai safety boots maupun helm proyek sebagai Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja,terlebih saat berada di ketinggian gedung 2 lantai.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 86 ayat (1) huruf a yang berbunyi,setiap pekerja mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Selain para pekerja,pengamanan untuk siswa siswi dan para dewan guru juga terabaikan dalam perlindungan diri selama proyek masih berjalan.
Tentu hal ini menjadi tanda tanya,mengapa penerapan yang tidak maksimal terkesan di biarkan.Atau memang tidak ada ketegasan dari pihak terkait dalam mengawasi penyedia jasa yang kurang memikirkan keselamatan pekerja dan siswa siswi dilokasi pekerjaan. Hingga berita ini di turunkan,beberapa kali mencoba konfirmasi kepada pihak kontraktor proyek,belum memberikan jawaban.
Sementara,pejabat terkait dari dinas pendidikan kabupaten Sidoarjo,M.Bayu Setokarisma Wicaksono ST,MT mengatakan APD itu wajib di sediakan penyedia jasa untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja.Pasalnya, poin ini ada di salah satu perjanjian Kontrak dalam pekerjaan ini. “Nanti akan kita panggil dan peringatkan.Bila masih membandel,akan kita beri peringatan tertulis kepada kontraktornya”,ujar Bayu sapaan akrabnya.(acs)




