Kepala Perkim Sedang Monitoring SPAM di Desa Kerek
PRN Ngawi | Ngawi 14 Juli 2025. Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (PPRKP) Kabupaten Ngawi, Maftuh Affandi, melakukan monitoring terhadap keberfungsian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun di Desa Kerek pada tahun 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan sistem SPAM dapat berjalan secara optimal dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
SPAM yang dibangun di dusun Kerek, Desa Kerek, telah mencakup layanan air minum untuk 89 sambungan rumah (SR) melalui jaringan perpipaan. Pembangunan ini membawa dampak besar bagi masyarakat setempat yang sebelumnya hampir setiap tahun mengalami kekeringan, terutama saat musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis daerah yang termasuk dalam kategori Daerah Non-Cekungan Air Tanah (Non-CAT).
Menurut Maftuh Affandi, saat ini SPAM Desa Kerek memiliki kapasitas menganggur (idle capacity) lebih dari 3 liter per detik. Potensi tersebut masih bisa dikembangkan lebih lanjut, terutama untuk memperluas cakupan jaringan perpipaan ke wilayah sekitar yang hingga kini masih terdampak kekeringan. “Kita melihat ada peluang besar untuk memperluas layanan, mengingat kapasitas yang tersedia masih mencukupi,” ujarnya.
Monitoring yang dilakukan oleh Dinas PPRKP bertujuan untuk menjaga keberlanjutan fungsi SPAM, baik dari sisi teknis maupun kelembagaan. Tim dari Dinas Perkim secara rutin melakukan pemantauan agar sistem tetap bekerja secara maksimal dan tidak mengalami kendala dalam pengoperasiannya. Hal ini juga penting untuk memastikan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.
Maftuh menekankan bahwa keberhasilan sistem SPAM tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kelembagaan pengelolaan yang solid dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan kepada kelompok pengelola air di tingkat desa juga menjadi fokus perhatian dalam monitoring yang dilakukan.
Selain Desa Kerek, pada tahun 2025 ini Dinas PPRKP juga sedang melaksanakan pembangunan SPAM di dua titik lokasi lainnya, yakni di Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar dan Desa Campursari, Kecamatan Karangjati. Kedua lokasi tersebut dipilih karena memiliki kebutuhan mendesak terhadap akses air bersih yang layak.
Dengan adanya program pembangunan dan monitoring berkelanjutan ini, Dinas PPRKP berharap seluruh wilayah yang selama ini rawan kekeringan dapat terlayani oleh sistem penyediaan air minum yang andal, efisien, dan berkelanjutan. “Kita ingin pastikan semua masyarakat, terutama di daerah rawan air, mendapatkan hak mereka atas air bersih,” pungkas Maftuh. (Jatmiko)

