PRN Kediri | Suasana pelaksanaan Car Free Day (CFD) Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri tampak berbeda dan lebih semarak dari biasanya. Kehadiran Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri sukses mencuri perhatian ratusan warga yang tengah berolahraga dan menikmati kuliner akhir pekan di sepanjang area CFD Desa Wates. Acara atau tampilan dalang cilik di CFD Desa Wates ini sengaja digelar untuk memberikan ruang ekspresi bagi para seniman muda, sekaligus mengenalkan kekayaan seni pewayangan kepada gen Z dan gen Alpha.
Aksi lincah jemari para dalang cilik dalam memainkan tokoh-tokoh wayang kulit, yang diiringi oleh alunan gamelan digital, berhasil membuat para pengunjung CFD Desa Wates terpesona dan memadati area panggung budaya.
Perhatian Pengunjung CFD Desa Wates, Diapresiasi Sinden Muda Lintang Kairo Gimo Hadiwibowo, Empat dalang cilik Kabupaten Kediri mendapat apresiasi dari sinden muda Lintang Kairo, seusai tampil pada ajang CFD Desa Wates.
Suasana pelaksanaan Car Free Day (CFD) Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri tampak berbeda dan lebih semarak dari biasanya. Kehadiran Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri sukses mencuri perhatian ratusan warga yang tengah berolahraga dan menikmati kuliner akhir pekan di sepanjang area CFD Desa Wates. Acara atau tampilan dalang cilik di CFD Desa Wates ini sengaja digelar untuk memberikan ruang ekspresi bagi para seniman muda, sekaligus mengenalkan kekayaan seni pewayangan kepada gen Z dan gen Alpha.
Aksi lincah jemari para dalang cilik dalam memainkan tokoh-tokoh wayang kulit, yang diiringi oleh alunan gamelan digital, berhasil membuat para pengunjung CFD Desa Wates terpesona dan memadati area panggung budaya. Baca Juga: Kembangkan Penyidikan TPPU, KPK Geledah Rumah Pribadi Walikota Madiun Non Aktif Maidi Kemeriahan pagelaran para dalang cilik ini terasa lengkap dengan kehadiran seniwati muda berbakat asli Kediri, Sinden Lintang Kairo yang turut mengapresiasi kegiatan atau pentas dalang cilik. Pak Purnomo, sebagai salah satu inisiator kegiatan atau CFD Desa Wates menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas keterlibatan para talenta muda ini.
Menurutnya, Konsep CFD Desa Wates memang dirancang bukan sekadar untuk mendongkrak sektor ekonomi dan pelaku UMKM lokal, melainkan juga menjadi wadah edukasi kreatif serta pelestarian seni dan budaya tradisional bagi para pelajar. “Kami ingin CFD Wates ini menjadi pusat perputaran ekonomi sekaligus ruang edukasi yang hidup. Melihat anak-anak sekecil ini begitu mahir memegang wayang dan hafal jalan ceritanya tentu menjadi kebanggaan besar. Ini membuktikan bahwa budaya Jawa tidak luntur ditelan zaman,” ungkapnya, Selasa (29/9/2026).
Selain menampilkan pertunjukan wayang kulit dengan lakon pendek “Gatutkaca Niwisudo” yang menghibur, perwakilan dari Paguyuban Dalang Cilik juga memberikan kesempatan interaktif bagi anak-anak yang hadir untuk belajar memegang dan menggerakkan wayang secara langsung. Kegiatan edukatif ini diharapkan dapat mematik minat anak-anak lain di wilayah Kabupaten Kediri untuk ikut menjaga warisan budaya leluhur. Pelaksanaan CFD Desa Wates ke depannya diproyeksikan akan terus melibatkan potensi lokal secara berkelanjutan, mulai dari kolaborasi ribuan pelajar, penguatan Manajemen UMKM Desa, hingga penampilan rutin dari berbagai paguyuban seni dan budaya tradisional se Kabupaten Kediri. (ADInfo).

