close
KRIMINAL

Pihak SMPN 2 Trowulan Diduga Sembunyikan Pelaku Bondet

Purwo Setiyono (baju batik) Bagian Kesiswaan.

Mojokerto, PRN.id – Malang bagi bunga (bukan nama sebenarnya) siswi kelas 9 SMPN 2 Trowulan, sudah hancur masa depannya karena ulah tindak asusila W (inisial,red) dan saat ini dirinya (bunga, red) dipaksa untuk mengundurkan diri atau keluar dari sekolah.

Rumor tak sedap ini disampaikan oleh keluarga korban sebut saja AA (inisial) kepada penerakyatnews.id, Rabu (15/2), dalam keterangannya AA diberi tanggung jawab oleh orang tua Bunga  untuk mengurus Bunga karena dirasa tindakan pihak sekolah terhadap penyelesaian perkara yang diduga melanggar Undang Undang Perlindungan anak (UU Nomor 35 tahun 2014) yang dilakukan oleh W  terhadap Bunga kian mengambang.

Masih dalam keterangannya, AA merasa kecewa dengan pihak sekolah dikarenakan bukannya menyerahkan kasus ini ke pihak yang berwajib dan atau Polisi Satuan Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak (Unit PPA) malah pihak sekolah berniat untuk mengeluarkan Bunga dengan alasan tidak masuk sekolah selama 4 hari dan hal ini dibuktikan oleh AA dengan menunjukkan blangko surat pernyataan pengunduran diri yang masih kosong, sedangkan W yang diduga pelaku Bondet yang juga keluarga besar dari SMPN 2 Trowulan terkesan dipertahankan bekerja tanpa adanya sanksi apa-apa.

“Saya tidak akan tinggal diam mas dalam perkara ini, karena W sudah menghancurkan masa depan dan cita-cita keponakan saya, dan saya sangat benar-benar kecewa terhadap kebijakan pihak sekolah yang terkesan melindungi pelaku tindak asusila terhadap anak dibawah umur dan pastinya kami akan melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib” ulas AA kepada penarakyatnews.id.

Dikesempatan berbeda Purwo Setiyono bagian Kesiswaan SMPN 2 Trowulan memberikan keterangannya kepada Pimpinan Redaksi media online penarakyatnews.id, bahwa dirinya (Purwo Setiyono, red) merasa tidak mengetahui persoalan Bunga dan W secara lebih dalam, yang Purbo ketahui dari guru wali kelas Bunga bahwa Bunga sering tidak masuk sekolah dan terakir tidak masuk sekolah selama 4 hari berturut-turut, dengan begitu pihak sekolah sesuai dengan aturan di SMPN 2 Trowulan berhak mengeluarkan Bunga.

Dan sampai berita ini diturunkan kru media ini belum dapat menemui Suparni, S.Pd. M.Pd. kepala SMPN 2 Trowulan untuk dimintai keterangannya.. bersambung. (sh07/ari/habib)

Tags : AsusilaDinas PendidikanMojokerto

Leave a Response