23.8 C
Mojokerto
BerandaLAWAN KORUPSIWisata Air Terjun Dlundung Jadi Ajang Bancaan Oknum Petugas ?

Wisata Air Terjun Dlundung Jadi Ajang Bancaan Oknum Petugas ?

Pos II Dlundung Trawas, Rawan Pungli

Mojokerto, PRN.id – Ironis dan sangat menyedihkan wana wisata yang seharusnya dijaga kelesatariannya dan menjadikan aset daerah yang cukup besar untuk pembangunan wilayah kabupaten mojokerto diduga dikotori oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengeruk keuntungan pribadi melalui karcis masuk wana wisata air terjun Dlundung Trawas.

Wana wisata air terjun Dlundung memiliki luas 4,5 ha dan berada diketinggian + 760 meter dari permukaan laut, dan hutan lindung seluas 1600 ha ini adalah milik Perhutani kabupaten Mojokerto, dengan kata lain air terjun Dlundung adalah milik negara yang senantiasa  menjadi kewajiban kita bersama untuk merawat dan menjaganya bukan malah dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi oleh segelintir orang padahal orang tersebut sudah menerima fasilitas dan gaji dari pemerintah untuk tugasnya mengelola wana wisata air terjun  Dlundung Trawas.

Pemandangan tak sedap yang diduga maling karcis ini terekam oleh kamera wartawan investigasi dari 3 media di mojokerto, modus operandinya para oknum Wd (inisial, red) diduga dari Perhutani, laki-laki memakai seragam biru dan terdapat pula mantan Sekdes desa setempat Hr (inisial, red) berada dalam pos pengecekan karcis masuk,

seperti diketahui bersama biasanya pengunjung masuk pintu pertama membayar karcis masuk dan parkir kendaraan, dan dipintu ke dua karcis tersebut diberikan kepada petugas pintu dua dan karcis dirobek dan dibuang di tong sampah,

namun ini berbeda dipintu dua karcis banyak yang tidak dirobek dengan kata lain karcis dikumpulkan kembali di meja pos dua, setelah terkumpul petugas yang memakai seragam biru mondar-mandir masuk ke loket pintu satu dan kembali ke pintu dua.

Dari analisa tim investigasi dibeberapa tempat kejadian, kuat dugaan petugas yang memakai baju biru ini mondar-mandir  untuk menukar karcis yang sudah terkumpul dengan rupiah dan hal itu dalam kurun waktu kurang dari dua jam berulang sampai 3 kali. (inv.5.3.2017)

Dikesempatan berbeda saat Tarmuji tim investigasi dari media RI meminta komentar dari Iqnatius pegawai dari Dismenpora bidang pariwisata Kabupaten Mojokerto, mengatakan bahwa untuk pariwisata air terjun dlundung adalah 90% tanggung jawab Perhutani Mojokerto.

Menurut Tarmuji dirinya diarahkan oleh Iqnatius untuk menghadap Wardiono petugas dari Perhutani Mojokerto.

Namun sampai berita ini diturunkan penarakyatnews.id dan media RI belum dapat komfirmasi dengan Wardiono, bahkan dikomfirmasi melalui selulernyapun tidak  merespon.

Sebagai lembaga kontrol sosial saya sangat menyayangkan dengan kelakuam oknum yang mencari keuntungan pribadi seperti itu, dan sebenarnya hal itu saya sudah mendengar sejak lama, saya berharap tim saber pungli segera melakukan OTT (operasi Tangkap Tangan) biar aset milik Kabupaten Mojokerto ini tidak digerogoti oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab kilas Purnomo Anggota LSM NGO-HDIS Mojokerto dan juga Timsus media Jejak Kasus. (sh07)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya