JOMBANG, PRN.id – Pelaksanaan MOS (masa orientasi sekolah) di SMK PGRI 2 Jombang berujung petaka. Seorang peserta bernama ABDUL HADI, 15 tahun, meninggal saat mengikuti kegiatan olahraga di sekolah tersebut.
Dugaan sementara, korban meninggal karena penyakit sesak nafasnya kambuh. Anak dari pasangan TIYOSO dan MUSTIYAH ini meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Warga Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang ini langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
SLAMET RIYADI, kakek korban mengatakan, dirinya sangat kaget ketika mendengar cucunya meninggal. Berdasarkan keterangan yang dia peroleh dari teman sekolah HADI, cucunya meninggal saat pelaksanaan senam pagi. Kemudian HADI dibawa ke rumah sakit. SLAMET mengakui, cucunya mempunyai riwayat penyakit sesak nafas. Sebenarnya, saat pelaksanaan acara olahraga dia sudah diingatkan untuk tidak mengikuti. Namun korban tetap mengkuti kegiatan.
Sementara itu, pihak SMK PGRI 2 Jombang enggan memberikan keterangan resmi terkait meninggalnya salah satu siswa baru saat pelaksanaan MOS di sekolah tersebut. Sejumlah wartawan sudah menunggu berjam-jam, namun Kepala SMK PGRI 2, MULYONO justru menghilang.
Salah seorang guru yang menemui wartawan mengaku tidak berani memberikan keterangan karena yang berhak melakukan itu adalah kepala sekolah.(sbr.radio andika/wb)Jombang, PRN.id – Pelaksanaan MOS (masa orientasi sekolah) di SMK PGRI 2 Jombang berujung petaka. Seorang peserta bernama ABDUL HADI, 15 tahun, meninggal saat mengikuti kegiatan olahraga di sekolah tersebut.
Dugaan sementara, korban meninggal karena penyakit sesak nafasnya kambuh. Anak dari pasangan TIYOSO dan MUSTIYAH ini meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Warga Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang ini langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
SLAMET RIYADI, kakek korban mengatakan, dirinya sangat kaget ketika mendengar cucunya meninggal. Berdasarkan keterangan yang dia peroleh dari teman sekolah HADI, cucunya meninggal saat pelaksanaan senam pagi. Kemudian HADI dibawa ke rumah sakit. SLAMET mengakui, cucunya mempunyai riwayat penyakit sesak nafas. Sebenarnya, saat pelaksanaan acara olahraga dia sudah diingatkan untuk tidak mengikuti. Namun korban tetap mengkuti kegiatan.
Sementara itu, pihak SMK PGRI 2 Jombang enggan memberikan keterangan resmi terkait meninggalnya salah satu siswa baru saat pelaksanaan MOS di sekolah tersebut. Sejumlah wartawan sudah menunggu berjam-jam, namun Kepala SMK PGRI 2, MULYONO justru menghilang.
Salah seorang guru yang menemui wartawan mengaku tidak berani memberikan keterangan karena yang berhak melakukan itu adalah kepala sekolah. (sbr.andikaFM/wb)

