By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Peringati HUT Pramuka Ke-56, Kwarnas Gelar Upacara Dan Pembukaan Raimuna Nasional Ke-XI
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Peringati HUT Pramuka Ke-56, Kwarnas Gelar Upacara Dan Pembukaan Raimuna Nasional Ke-XI
NUSANTARA

Peringati HUT Pramuka Ke-56, Kwarnas Gelar Upacara Dan Pembukaan Raimuna Nasional Ke-XI

putri pena
Last updated: 16 Agustus 2017 5:33 am
putri pena
Published: 16 Agustus 2017
Share
SHARE

JAKARTA, PRN.id – Memperingati hari Pramuka ke-56 yang jatuh hari ini, Senin 14 Agustus 2017, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengadakan upacara Peringatan Hari Pramuka dan pembukaan Raimuna Nasional XI Gerakan Pramuka 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Upacara Hari Pramuka juga diselenggarakan di seluruh Indonesia.

“Gerakan Pramuka dengan berbagai kegiatan luar ruangan terus memperkuat NKRI. Saya optimis dan percaya, perkemahan adalah metode paling efektif untuk menyatukan anak-anak muda. Di bumi perkemahan ini segala perbedaan menjadi kekuatan, di bumi perkemahanlah anak-anak belajar tentang Indonesia dengan segala kebinekaanya. Pramuka adalah perekat NKRI melalui kegiatan-kegiatan luar ruangan yang menyenangkan. Termasuk saya yang sejak SD dan SMP berkemah di tempat ini,” ujar Kak Adhyaksa Dault di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta, Senin pagi (14/8).

Kak Adhyaksa Dault menambahkan, hari ini, 14 Agustus 2017, adalah hari yang sangat istimewa bagi Gerakan Pramuka. Inilah hari ketika Bung Karno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamangkubuwo IX tahun 1961 sebagai tanda bersatunya seluruh gerakan kepanduan di Indonesia waktu itu dalam wadah Gerakan Pramuka.

Kak Adhyaksa mengatakan, kini Gerakan Pramuka genap berusia 56 tahun dan memiliki potensi besar. Terlebih Gerakan Pramuka memiliki jumlah anggota terbesar di dunia, mencapai 22 juta anggota dari berbagai latar belakang suku, daerah dan budaya.

“Kita semua patut berbangga dengan itu. Tapi bangga saja tidak cukup. Kita harus terus memberikan warna dan manfaat yang nyata, khususnya terhadap bangsa Indonesia dan perdamaian dunia,” ucap Mantan Menpora 2004-2009 ini.

Peringatan Hari Pramuka kali ini juga terasa istimewa, sebab bertepatan dengan Pembukaan Raimuna Nasional XI Gerakan Pramuka 2017 yang juga dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur. Tak kurang 15.000 Pramuka Penegak dan Pandega dari 34 Provinsi dan 514 kota/kabupaten serta perwakilan Pramuka luar negeri mengikuti kegiatan bertajuk “Pramuka untuk Masa Depan Indonesia; Kreatif, Inovatif, Berkarakter.”

Seluruh kontingen peserta dalam negeri saat ini sudah berada di Cibubur. Sementara perwakilan luar negeri yang tercatat hadir adalah dari Malaysia, Singapore, Taiwan, Pakistan, Nepal, India dan Bangladesh.

“Selaku Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, saya ingin mengucapkan selamat datang di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur,” tegasnya.

Terkait diusungnya tema “Pramuka untuk Masa Depan Indonesia” dalam kegiatan lima tahunan ini, Adhyaksa mengungkapkan, usia peserta maupun panitia Raimuna Nasional adalah 16-25 tahun. Dalam ajang ini, mereka dipersiapkan untuk menjadi generasi terbaik yang akan membawa kejayaan bangsa. Menurutnya, 20 tahun lagi mereka akan berusia 36-45 tahun. Saat itulah, di tahun 2037 dan seterusnya, jika masih diberikan kesempatan hidup, masyarakat akan melihat kejayaan Indonesia.

Kak Adhyaksa optimistis perjuangan jangka panjang ini berhasil, setidaknya karena tiga alasan. Pertama, karena peserta Raimuna adalah Pramuka pilihan yang telah melewati berbagai seleksi. Kedua, mereka ditempa dan digembleng dengan kegiatan yang membuat mereka mampu bertahan di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Ketiga, mereka punya motto hidup “Ikhlas bhakti bina bangsa berbudi bawa laksana.” Menurutnya, Pramuka adalah anak-anak muda yang tidak pernah absen bergotong-royong bersama warga di kampung-kampung.

“Selama jantung anggota Gerakan Pramuka masih berdetak, selama itu pula Indonesia tak akan retak. Kalau pun Indonesia retak, maka merekalah perekatnya. Hal ini sesuai himne Pramuka, yaitu kami Pramuka Indonesia, manusia Pancasila. Kami jadi pandumu,” tegas Kak Adhyaksa.

Kak Adhyaksa berpesan agar para peserta Raimuna Nasional melakukan enam hal, berikut :

Pertama, mengikuti semua aturan yang ada di Bumi perkemahan, tidak buang sampah sembarangan, dan tidak merokok di Bumi Perkemahan ini.

“Hormati dengan sungguh-sungguh siapa pun yang ditemui dengan ucapan dan tindakan yang baik dan benar. Anak Pramuka harus percaya diri, wajib hormat pada siapa pun, utamanya kepada orang tua, guru, pembina, termasuk kepada seluruh panitia, meskipun usianya sama dengan kalian,” jelas Kak Adhyaksa.

Kedua, lanjut Kak Adhyaksa, jangan sampai anak Pramuka tidak tahu ketika ditanya tentang daerah asalnya, seperti jumlah penduduk, budaya, sejarah, dan lain-lan.

“Di Raimuna Nasional inilah kita memperdalam wawasan lokal, nasional bahkan internasional. Pelajari kembali tentang budaya dan sejarah daerah kalian masing-masing, ceritakan kepada teman-teman baru kalian di Raimuna Nasional. Jadikan ajang ini sebagai pertukaran budaya, ilmu dan informasi,” lanjut dia.

Ketiga, hendaknya peserta Raimuna Nasional membangun jaringan. Sebab salah satu manfaat mengikut perkemahan, terang Adhyaksa, adalah untuk membangun jaringan. Peserta diharapkan tidak hanya berteman dan berfoto ria dengan teman satu daerah saja, melainkan mencari teman sebanyak-banyaknya.

“20 tahun kemudian bisa jadi kenalan adik-adik itu akan bertemu kembali di forum-forum internasional. Pulanglah ke daerah masing-masing dengan membawa informasi, inspirasi, dan jaringan,” tegas dia.

Keempat, menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing dan tidak meninggalkan ibadah. Dia meminta agar peserta selalu mengingat Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka. “Ingat kata Bung Karno, Indonesia adalah negara yang bertuhan,” tegasnya.

Kelima, hendaknya peserta Raimuna menyampaikan pesan-pesan dari kegiatan ini di media sosial masing-masing dengan tagar #RainasPramuka2017#. Pesan yang disampaikan bisa berupa foto, tulisan, video, poster, dll.

“Ingat, setiap Pramuka adalah kantor berita. Hafalkan juga 10 tugas Pramuka di media sosial. Pesan persatuan, kebinekaan, jiwa muda, kreatif, inovatif, berkarakter harus muncul dalam apa yang kalian posting di media sosial,” tandas Adhyaksa.

Keenam, mempersiapkan diri sejak sekarang untuk menjadi pemimpin. Adhyaksa meyakini, di antara peserta Raimuna ada menjadi orang besar, pengusaha, bupati, walikota, gubernur, jenderal, menteri bahkan Presiden Republik Indonesia.

“Jika jadi pejabat, jadilah pejabat yang melayani, yang rendah hati. Ojo dumeh, ojo nyleneh, ojo ngresulo, ojo suloyo (jangan sombong, jangan aneh-aneh, jangan mengeluh, dan jangan loyo). Jadilah orang besar pada hakikat, bukan orang besar pada jabatan yang ketika jabatannya hilang, maka hilang pula rasa sayang dan hormat orang lain padanya,” tegas dia.

Penampilan Tarian Raimuna

Peringatan Hari Pramuka ke-56 kali ini semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI, Kak Joko Widodo. Direncanakan, setelah sampai di depan Lapangan Utama Buperta Cibubur, Presiden akan disambut Tarian Raimuna dari Papua yang dipersembahkan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua.

Kemudian, dilanjutkan dengan tradisi injak piring sebagai tanda syukur atas kunjungan kehormatan dari Presiden. Pertunjukan seni budaya khas Papua ini ditutup dengan penyerahan tas noken yang terbuat dari serat kulit kayu kepada Presiden.

Presiden menuju mimbar kehormatan sebagai pembina Upacara Pembukaan Raimuna Nasional XI 2017. Selanjutnya, Presiden akan menabuh tifa (alat musik khas Papua) sebagai tanda dibukanya acara.

Selain itu, akan ditampilkan drama kolosal Bhinneka Tunggal Ika oleh 11 Satuan Karya (Saka) Pramuka. Mereka juga akan mengolaborasikan potensi dan keunggulan masing-masing Saka, di antaranya atraksi pengibaran Sang Merah Putih dari Helikopter oleh Saka Dirgantara, atraksi pembongkaran kapal selam oleh Saka Bahari, atraksi berkuda oleh Saka Bhayangkara, dan lain-lain.

Semalam, Minggu 13 Agustus 2017, dilaksanakan kegiatan Ucap Ulang Janji. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara memperingati Hari Pramuka ke-56. Biasanya, kegiatan ini dilaksanakan tanggal 13 Agustus malam.

Sebelumnya, Sabtu 12 Agustus 2017, dilakukan penyerahan Panji Gerakan Pramuka kepada Pasukan Pengawal Panji Gerakan Pramuka oleh Wakil Ketua Kwarnas Bidang Organisasi dan Hukum, Kak Kodrat Pramudho. Penyerahan Panji Gerakan Pramuka ini dilaksanakan di Kwarnas.

“Panji Gerakan Pramuka adalah Panji yang diserahkan oleh Presiden Sukarno kepada Ketua Kwarnas pertama, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, saat lahirnya Gerakan Pramuka, 14 Agustus 1961. Ini merupakan sejarah yang harus selalu diingat, karena di Indonesia, hanya ada dua panji yang diberikan oleh Presiden,” kata Kodrat. (aldo)

You Might Also Like

Sumenep Akan Menjadi Tuan Rumah FKMA Ke-V
BEM Pesantren Se-Indonesia terkait UU PPSK “Sama saja Menciderai dan Melanggar Aturan Yang Sudah Berlaku.
Mentan Apresiasi Ketahanan Pangan Bantaeng di Masa Pandemi Covid-19
UDI LAKSONO : Siapa yang membodohi MPN Pusat…..?
LSM GMBI Bersama Ratusan Warga Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Pemkot Metro Lampung.
TAGGED:HUT PRAMUKA KE - 56Jakarta
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?