Sidoarjo, PRN.id – Tidak selamanya niat baik dengan tujuan ibadah dapat balasan kebaikan pula, hal ini terjadi pada Mardianto dan keluarganya dengan memberikan tanah beserta bangunan untuk kepentingan rumah ibadah yang saat ini menjadi nama Gereja “Filadelfia”, namun diduga saat ini sudah beralih nama menjadi nama sang Pendeta.
Berawal dari Mardianto yang termasuk ahli waris dan pemilik tanah yang ditempati Ibadah bagi kaum nasrani di GPPS (Gereja Pantekusta Pusat Surabaya) jalan Ratu Ayu 1/42 Wage Sidoarjo, dirinya menemui Pendeta Samuel Suwarno dikediamannya dengan maksud menanyakan pembebasan tanah milik Mardianto 2 x 13 meter yang digunakan tempat parkir Gereja GPPS Wage.
Masih dalam keterangan Mardianto, saat itu salah satu keluarga besar Mbah Noto (kakeknya Mardianto, red) dapat dibilang tuan tanah di desa Wage, dan orang pertama yang masuk agama Kristen adalah Mardianto yang saat itu masih lajang (tahun 1979) bersama dengan Sugiarto (turus), dan Tumiran dengan asuhan Pendeta Swi Rubino.
Dari situ Mardianto lantas mengajak Kakeknya Notokardi dan Nenek Murani serta Ibunya Rukamti untuk masuk juga memeluk agama Kristen, karena saat itu di Wage belum memiliki tempat atau rumah ibadah untuk kebaktian, maka kami sekeluarga berunding untuk dapat menggunakan tanah milik kami untuk dibangun rumah ibadah dan Mardianto sekeluarga sepakat.
Lanjut keterangan Mardianto, seiring berjalannya waktu tempat ibadah dengan ukuran 4 x 6 sudah tersedia dibangun oleh Mbah Noto diatas tanah milik kami dan saat itu dipimpin oleh pendeta Pak Sakius, Paulus dan Manurung sampai tahun 1982 dan pada 1983 Pendeta di GPPS Wage digantikan oleh Samuel Suwarno, melihat kondisi saat pendeta Samuel memimpin dan jamaat semakin banyak, akhirnya mbah Noto atas kesepakatan keluarga membangun kembali Rumah ibadah dengan ukuran 9 x 13 meter diatas tanah milik Mbah Noto.
Diakhir keterangannya Mardianto sangat kecewa dengan ulah Pendeta Samuel Suwarno, sebagai seorang pendeta yang selalu mengajarkan hal kebaikan namun disisi lain masih juga bisa melakukan hal yang merugikan orang lain, selain tanah pribadi Mardianto yang di gunakan tempat parkir jamaat gereja, juga adanya dugaan merekayasa peralihan hak jual beli tanah dengan orang lain yang bukan ahli waris mbah Noto dan dengan kata lain saat ini tempat jamaat gereja pantekusta di wage jalan Ratu Ayu Wage Sidoarjo bukan lagi milik gereja Filadelpia namun menjadi hak milik Pendeta Samuel Suwarno. Bersambung… (sh07 [09:58, 11/27/2017] )

