By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Kesaksian Pelaku Sejarah Berdirinya GPPS Wage, Diduga Saat Ini Menjadi Hak Milik ‘Pendeta’
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Kesaksian Pelaku Sejarah Berdirinya GPPS Wage, Diduga Saat Ini Menjadi Hak Milik ‘Pendeta’
KABAR JATIM

Kesaksian Pelaku Sejarah Berdirinya GPPS Wage, Diduga Saat Ini Menjadi Hak Milik ‘Pendeta’

putri pena
Last updated: 28 November 2017 9:34 am
putri pena
Published: 27 November 2017
Share
SHARE

Sidoarjo, PRN.id – Tidak selamanya niat baik dengan tujuan ibadah dapat balasan kebaikan pula, hal ini terjadi pada Mardianto dan keluarganya dengan memberikan tanah beserta bangunan untuk kepentingan rumah ibadah yang saat ini menjadi nama Gereja “Filadelfia”, namun diduga saat ini sudah beralih nama menjadi nama sang Pendeta.

Berawal dari Mardianto yang termasuk ahli waris dan pemilik tanah yang ditempati Ibadah bagi kaum nasrani di GPPS (Gereja Pantekusta Pusat Surabaya) jalan Ratu Ayu 1/42 Wage Sidoarjo, dirinya menemui Pendeta Samuel Suwarno dikediamannya dengan maksud menanyakan pembebasan tanah milik Mardianto 2 x 13 meter yang digunakan tempat parkir Gereja GPPS Wage.

Masih dalam keterangan Mardianto, saat itu salah satu keluarga besar Mbah Noto (kakeknya Mardianto, red) dapat dibilang tuan tanah di desa Wage, dan orang pertama yang masuk agama Kristen adalah Mardianto yang saat itu masih lajang (tahun 1979) bersama dengan Sugiarto (turus), dan Tumiran dengan asuhan Pendeta Swi Rubino.

Dari situ Mardianto lantas mengajak Kakeknya Notokardi dan Nenek Murani serta Ibunya Rukamti untuk masuk juga memeluk agama Kristen, karena saat itu di Wage belum memiliki tempat atau rumah ibadah untuk kebaktian, maka kami sekeluarga berunding untuk dapat menggunakan tanah milik kami untuk dibangun rumah ibadah dan Mardianto sekeluarga sepakat.

Lanjut keterangan Mardianto, seiring berjalannya waktu tempat ibadah dengan ukuran 4 x 6 sudah tersedia dibangun oleh Mbah Noto diatas tanah milik kami dan saat itu dipimpin oleh pendeta Pak Sakius, Paulus dan Manurung sampai tahun 1982 dan pada 1983 Pendeta di GPPS Wage digantikan oleh Samuel Suwarno, melihat kondisi saat pendeta Samuel memimpin dan jamaat semakin banyak, akhirnya mbah Noto atas kesepakatan keluarga membangun kembali Rumah ibadah dengan ukuran 9 x 13 meter diatas tanah milik Mbah Noto.

Diakhir keterangannya Mardianto sangat kecewa dengan ulah Pendeta Samuel Suwarno, sebagai seorang pendeta yang selalu mengajarkan hal kebaikan namun disisi lain masih juga bisa melakukan hal yang merugikan orang lain, selain tanah pribadi Mardianto yang di gunakan tempat parkir jamaat gereja, juga adanya dugaan merekayasa peralihan hak jual beli tanah dengan orang lain yang bukan ahli waris mbah Noto  dan dengan kata lain saat ini tempat jamaat gereja pantekusta di wage jalan Ratu Ayu Wage Sidoarjo bukan lagi milik gereja Filadelpia namun menjadi hak milik Pendeta Samuel Suwarno. Bersambung… (sh07 [09:58, 11/27/2017] )

You Might Also Like

Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19, KAI Daop 7 Madiun Wajibkan Pelanggan Membeli Tiket Secara Online
Jelang Pilkades Serentak, Ikrar Damai Pungkasi Cangkrukan Kamtibmas
Pemerintah Kabupaten Malang Rampungkan Pembangunan Pelebaran Rabat Beton Bahu Jalan Raya Sumberjaya Gondanglegi
Tim Kesehatan Periksa Pak Jumali.
Anniversary ke-3 : Berimbang, Faktual dan Terpercaya Selalu Terdepan dalam Pena Rakyat News
TAGGED:Rumah IbadahSidoarjo
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen

Redaksi
By Redaksi
1 Oktober 2026
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?