“Baguna menjalankan misi kemanusiaan, dalam Baguna hanya ada satu tekad, bahwa ketika berada di tengah-tengah rakyat yang sedang kesusahan, sedang terkena bencana, maka sikap kita satu yakni melayani rakyat tanpa membedakan-bedakan apapun,” kata Hasto Kristiyanto.
Pelatihan tersebut bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan berlangsung selama sepekan, sejak tanggal 17 hingga 23 November, dengan materi khusus medical responder dan water rescue atau pertolongan di air.
Dalam pelatihan ini selaku pelaksana adalah Direktur Bina Potensi Kolonel Pnb F Indrajaya. Turut hadir mendampingi Hasto dalam acara tersebut Wakil Ketua Baguna Pusat Max Ruland Boseke dan Sekretaris Baguna Pusat PDI Perjuangan Alvian Feoh.
Baguna PDI Perjuangan, menurut Hasto, ketika terjun langsung ke lokasi bencana tidak pernah membedakan apa partainya, apa agamanya, apa sukunya, jenis kelamin, dan bagaimana status sosialnya. Ketika rakyat tertimpa bencana, maka Baguna hadir dengan jiwa kemanusiaan yang berkobar-kobar untuk membantu.
“Baguna membumikan semangat gotong royong, yang kuat membantu yang lemah. Hal ini bisa dilakukan kalau kita menghayati bahwa kita sebagai satu bangsa yang besar, yang senasib sepenanggungan,” ungkapnya.
PDI Perjuangan melihat bahwa bangsa kita tinggal di jalur ring of fire. Banyak potensi bencana alam terjadi, baik bencana basah maupun maupun bencana kering, kerusakan lingkungan, ekologis, banjir, tanah longsor dan sebagainya.
Oleh karena itu, ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri membentuk Baguna, satu tekad tertanam bahwa bagaimana kita gotong royong dan membumikan cita-cita kemanusiaan yang menggelorakan semanagat berada di tengah-tengah masyarakat untuk saling membantu.
“Baguna harus siap diterjunkan di seluruh wilayah di Indonesia. Apakah saudara-saudara siap?,” tanya Hasto. “Siap!!!!,” jawab peserta secara kompak dan penuh semangat.
PDI Perjuangan telah menandatangani kerjasama dengan Basarnas dan BMKG. (Put/hms.PDI-P).

