JAKARTA, PRN.id – Tidak akan ada masa depan tanpa masa kini, tidak ada juga masa kini tanpa masa lalu. Bangsa ini telah melewati perjalanan sejarah amat panjang. Salah satu yang terekam dalam memori kebangsaan dan kebudayaan adalah kekayaan kuliner yang didokumentasikan Bung Karno. Kekayaan berupa resep berbagai makanan, minuman, penganan sambal, lalapan dan sebagainya itu dikumpulkan Bung Karno dalam buku berjudul “Mustika Rasa” yang terbit pertama kali tahun 1967 silam.
Menurut Hasto Kristiyanto kunjungan rombongan DPP PDI Perjuangan ingin mempererat hubungan dengan media sebagai mitra aktif menyuarakan semangat gotong royong antar anak bangsa. Pertemuan siang tadi berlangsung cukup hangat diselingi wawancara serta diskusi tentang persoalan bangsa dan negara.
“Kami menyambut baik kehadiran rombongan DPP PDI Perjuangan. Dalam dada kami juga berkobar-kobar merah putih,” kata Toto Suryanto.
Hadir dalam media visit tersebut Happy Farida istri Djarot Saiful Hidayat mantan Gubernur DKI Jakarta, kader PDI Perjuangan yang aktif di media, Putra Nababan, dan Harris Turino, pengurus koperasi Mitra Sarana Pembangunan. Acara diakhiri saling bertukar cindera mata. Hasto memberikan beberapa buku tentang Bung Karno, sebaliknya Toto menyerahkan ikon Bang One.
Secara terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Rakornas Tiga Pilar yang juga Ketua Bidang Buruh Tani DPP PDI Perjuangan Mindo Sianipar, mengatakan pameran ekonomi bernafas kerakyatan turut menyemarakkan acara yang digelar pada 16-17 Desember besok.
Cluster Pameran Rakornas Tiga Pilar:
- Peternakan (sapi, ayam buras, itik)
- Pertanian (padi MSP, pupuk organik)
- Perkebunan (durian, mangga, kelengkeng)
- Hortikultura (tanaman sayur, tanaman buah, tanaman hias, tanaman obat)
- Kelautan (produk bioteknologi kelautan, mutiara, kerajinan kelautan, tanaman hias air, rumput laut)
- Perikanan (produk perikanan konsumsi; ikan lele, ikan mujair)
- Fashion (batik, songket, batu alam, cindera mata, rajutan)
- Kuliner (Mustika Rasa dari berbagai daerah di Indonesia)
- Jasa (warung rakyat, toko milik rakyat, asuransi pertanian)
- Teknologi tepat guna termasuk alat-alat pertanian.
Dan dalam pameran tersebut nanti akan ditampilkan hasil perkebunan dan buah-buahan, produk hortikultura berupa sayur-mayur, tanaman hias dan tanaman obat-obatan, peternakan sapi, itik, ayam, kuliner Mustika Rasa dari berbagai daerah, produk perikanan untuk konsumsi seperti lele, mujair, gurame, sistem pertanian organik, kain batik, songket, batu alam, cindera mata, rajutan serta pameran produk bioteknologi kelautan, mutiara, kerajinan kelautan, tanaman hias air dan rumput laut. ( Put/pram).

