Mojokerto. Penarakyatnews.id – Kebanyakan masyarakat mengatakan bahwa Kawasan perumahan identik banyak istri simpanan, ini ternyata juga benar, seperti yang terjadi di komplek perumahan perum indraprasta village Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.
Seperti yang terjadi dilingkungan Rt 1 RW 6, bukan dikatakan istri simpanan lagi, tetapi malah bisa dikatakan mesum alias kompol kebo pasalnya ada dua sejoli kontrak rumah dilingkungan tersebut dengan lokasi rumah yang berbeda sebut saja ( BT) asal Sumut dan ( VDA) asal Nganjuk, meski kontrak rumah yang berbeda namun setiap malam kedua pasangan ini bisa tidur bareng dan aman-aman saja. VDA mendatangi rumah BT setiap tengah malam hingga pagi hari.
Dari keterangan yang terhimpun, BT yang bekerja di perusahaan expedisi kontrak di blok B2 No 37, sedangkan VDA yang bekerja ditoko emas gajah Dlanggu kontrak diblok B2 no 29, dari kedua pasangan tersebut ketika ditanya tetangga VDA mengatakan bahwa BT adalah calon suaminya, berbeda dengan BT ketika ditanya tetangga VDA adalah saudara sepupunya, ” ujar Eka warga RT 01.
,” Setiap tengah malam VDA selalu mendatangi BT dan tidur serumah hingga pagi hari, kejadian ini sudah berlangsung hampir dua bulan, meski sempat menjadi gunjingan dan rasan-rasan tetangga sekitar namun pihak RT setempat cuek-cuek saja seakan sengaja ada pembiaran atas dugaan kumpul kebo tersebut, ” katanya.
Dibuktikan, saat ketua RT Tarwadi (50) mendapat laporan dari salah satu seksi seksi keamanan Nyoto Wibowo mengajak untuk menggrebeg bareng-bareng, ketua RT enggan,” besuk pagi saja kita datangi lha wong itu sepupunya, ” jawab ketua RT dengan nada santai seakan tak peduli rasan-rasan warga.
Seksi keamanan juga warga sudah menyampaikan hal tersebut ke Ketua RT 01, namun dengan pengkuhnya RT tarwadi mengatakan bahwa itu sepupunya, “masak sepupu tak boleh tidur bersama, dia ( VDA-red) kan tidak berani tidur sendiri, ” jawab RT.
Tak hanya itu ketika warga ada yang komplin kejadian ini kepada RT Tarwadi, sebab warga menduga apabila ada yang mesum dikampung rezki kita menjauh, itupun RT tarwadi mengatakan bahwa dikomplek pelacuran pedagang yang jualan disana laris manis semua, saya gak percaya hal itu, “kata RT Tarwadi.
Saat itu seksi keamanan nyoto wibowo ingin membantu ketua RT dengan cara menggali data dan meminta data untuk croschek dilapangan apakah kedua pasangan ini benar saudara sepupu, anehnya malah Ketua RT membalik dan memojokkan seksi keamanan mintak data pribadi untuk dikumpulkan segera, ada apa dengan RT kok melindungi warga yang mesum, Tarwadi tak pantas jadi RT mending mundur saja dari jabatan RT, ” tandas nyoto Wibowo.(bw/red)

