PRN MADIUN – Inflasi menjadi masalah klasik hampir disetiap kota/kapubaten ,ini harus cepat ditangani dengan lankah yang tepat ini penting karena infasi berdampak luas pada masyarakat, ungkap Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat Musrenbang kota Madiun rabu 14/3/2018.
Musrenbang ini katanya merupakan amanah, khususnya PP 8/2008 tentang tahapan tata cara penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah .
Tak heran pembangunan suatu daerah wajib berawal dari musrenbang.Kota madiun kata sugeng rismiyanto merupakan bagian dari provinsi jawa timur dan negara kesatuan republik indonesia, jalan pemerintahan wajib tegak lurus dengan pemprov Jatim dan pemerintahan pusat.
sementara kegiatan dan program kerja pemkot madiun harus terintegrasi dengan kebijakan pemerintah di atasnya ini juga menjadin salah satu dasar persatuan tema musrenbang.
Sugeng Rismiyanto menegaskan untuk serius selama proses musrenbang, artinya jangan sampai terdapat usulan yang tertinggal selain itu pelaksanaan wajib mengedepankan aturan yang berlaku sebagai panglimanya.
Totok Sugiarto kepala bappeda kota madiun dalam laporanya mengatakan terdapat 233 program dengan 896 kegiatan usulan pada musrenbang kali ini, usulan membutuhkan anggaran Rp 1,5 trilyun.
Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran meberikan kontribusi paling tinggi diikuti industri pengolahan informasi komunikasi dan jasa keungan dengan total mencapai 65,28 selain itu terjadi peningkatan PDRB di kota Madiun sebesar Rp 2,6 miliar selama 2012-2016 dan didominasi usaha perdagangan sebesar Rp 415,5 miliar.
Senada kepala Bakorwil 1 wilayah Madiun Gatot Gunarso mengatakan pertumbuhan perekonomian di kota Madiun berada pada nilai 5,9 persen pada tahun 2016 ,capaian sudah lebih baik dari pertumbuhan nasional. (toni).

