PRN MADIUN – Pemerintah Kota Madiun menggelar berbagai seni budaya dalam rangkaian peringatan hari jadi ke 100,salah satunya pagelaran ketoprak di kelurahan josenan Minggu 22/7/2018 malam tujuanya guna melestarikan kebudayaan daerah.Ini merupakan wujud syukur Bangsa Indonesia dan Kota Madiun khususnya memiliki beraneka seni budaya,salah satunya mensyukuri dengan terus melestarikan seperti ini kata Agus Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Madiun.
Kota Madiun juga banyak memiliki seniman terutama seniman ketoprak,lakon yang dibawakan Pangeran Sentiko dan para pemain dari warga asli Kota Madiun.Ketoprak bukan hanya hiburan tetapi juga pengingat sejarah srbagai pembelajaran bagi kita semua,Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut ketropak bukan sekedar seni seperti drama,pagelaran merupakan suatu wujud inovasi dan kreatifitas pagelaran ketoprak bukan saja sebagai tontonan tetapi harus disimak dengan sunguh sungguh karena mengandung pitutur luhur yang metupakan fakta dan bukti kehidupan masa dahulu dan bagian dari masa sekarang tuturnya.
Banyak kegiatan seni budaya dalam memperingati Hari jadi Kota Madiun selain ketoprak,pagelaran wayang orang diselenggarakan Senin 23/7/2018 di lapangan Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun,teater seni tradisi Selasa 24/7/2018 di lapangan Kanigoro Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun,festifal seni pencak silat 25- 27 Juli 2018 di Gor Wilis diikuti 38 kabupaten dan kota se Jawa Timur,pagelaran wayang kulit lima dalang dan 100 waranggono Sabtu 28/7/2018 di Alun-alun Kota Madiun. (toni).

