PRN MAGETAN – Penyemprotan Agen Hayati di Desa Mrahu kec Kartoharjo kab Magetan Rabu 19 september 2018 Dinas Pertanian propinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan mengadakan kegiatan yang disebut Gerdal OPT Padi (Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Padi ) 2018 di desa Mrahu Kec Kartoharjo Kab Magetan.
Desa Mrahu adalah salah satu desa yang menjadi lumbung padi di Kab Magetan sehingga program ini kedepan sangat membantu para petani dalam upaya pengendalian OPT.
Puryanto Kepala Desa Mrahu kec Kartohajo Kabupaten Magetan mengatakan “program ini sangat membantu warga dalam pengendalian hama dan penyakit terutama bagi tanaman padi yang sekarang ditanam oleh petani di desa Mrahu yang dipimpinnya.
Dengan pengendalian hama secara alami diharapkan kedepan lahan pertanian di desanya bisa lestari karena terjaga oleh keseimbangan ekosistem yang ada, selain itu dengan adanya penyemprotan agen hayati ini penggunaan pestisida kimia bisa dikurangi ” tuturnya ke Pena Rakyat News.
Pentingnya pengendalian Organisme penggangu tanaman secara alami sangat dianjurkan agar keberlangsungan lahan pertanian dimasa mendatang bisa lebih lestari mengingat Resistensi hama terhadap penyakit semakin kuat apalagi ditambah pengunaan pestisida yang berlebih akan ikut mempercepat kerusakan ekosistem lahan pertanian.
(Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Padi ) 2018 akan yang dinamakan Gerdal OPT padi (Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Padi ) 2018 yang dilaksanakan di Desa Mrahu Kec Kartoharjo Kab Magetan dengan mengadakan penyemprotan secara serentak lahan pertanian padi seluas +- 5 Ha
Dalam kegiatan ini DInas Propinsi Jawa Timur dibantu Dinas THKPP kab Magetan melakukan penyemprotan agen hayati yaitu Lecanicilium Lecanii yang merupakan agen hayati yang berupa Cendawan Entomopatogen berguna untuk pengendalian 1. hama wereng coklat,wereng hijau,wereng Zig zag 2. Kutu kebul dan kutu putih pada tanaman kacang kacangan dan melon 3. Walang Sangit, ulat dan lain lain.
Semoga kedepan Langkah ini bisa terus dilanjutkan agar ketahanan dan kedaulatan pangan bisa diwujudkan dengan mengedepankan langkah yang alami dan ramah lingkungan (Beni s)

