PRN Sumenep –Pemkab Sumenep melalui DISPERTAHORBUN didaulat menjadi narasumber di pertemuan evaluasi penerapan kartu Tani dinas pertanian dan pertahanan pangan di tingkat provinsi pada Tahun anggaran 2018 di kota Malang Jawa Timur, tgl 26-27/09/2018.
Prestasi membanggakan untuk Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan kab. Sumenep, yang dikepalai Bambang Heriyanto telah menjadi percontohan bagi instansi yang sama di Kota lain Se-Jatim, karena bukti hasil etos kerjanya di instansi mendapat kepercayaan oleh provinsi jatim.
Telah terbukti, Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dispertahotbun, Arif Firmanto S.TP.M.Si, Didaulat sebagai narasumber dalam pertemuan Evaluasi Penerapan Kartu Tani antar Kabupaten Se-Jatim di Malang selama 2 hari.
Didaulatkan menjadi narasumber bukan hal baru, ini sudah ke-3 kalinya dipilih oleh provinsi menjadi narasumber, sebelumnya Kabid Muda ini pernah ditunjuk sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), di Ruang Sidang Oryza Sativa Disperta dan Ketahanan Pangan Jawa Timur.
DISPERTAHORBUN Sumenep selain Didaulatkan menjadi narasumber, juga Sering menjadi kunjungan oleh instansi yang sama dari Kabupaten lain, seperti Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, Sidoarjo untuk Studi banding dan tiru baik kartu Tani maupun pelaksanaan LP2B. Dan 2 Oktober mendatang Kabupaten Ngawi juga akan studi banding di kab. Sumenep.
Dari berbagai prestasi DISPERTAHORBUN Sumenep masih bisa bersaing dengan kabupaten lain yang ada di Jawa Timur.
” Saya bangga dan bersyukur karena terpilih menjadi narasumber dalam pertemuan evaluasi penerapan kartu tani di kota malang, hal ini yang ke-3x nya ditunjuk oleh provinsi. ” tutur Arif Firmanto S.TP.M.Si.
“ keberhasilan ini berkat dukungan dan bimbingan dari Kadis Bambang Hariyanto, Dimana selalu mensupport untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki Sdm, juga team Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) dan petugas Admin, ” ucapnya.
Penerapan Kartu Tani di Sumenep sudah dilaunching pada 6 Juni 2017 lalu, oleh menteri BUMN di kab. Sumenep. “Kartu Tani ini untuk alat penebusan pupuk bersubsidi, dengan kartu Tani ini telah mendapat apresiasi dari Litbang KPK, bahwa kab. Sumenep dapat dijadikan pilot project program kartu Tani,
” mulai dari kementeri pertanian pusat, kementerian koordinator bidang perekonomian pokja 7 bidang pupuk bersubsidi, komisaris utama pupuk kaltim dan hasil monev disampaikan bahwa di Indonesia yang telah melaksanakan penebusan pupuk bersubsidi konsisten hanya 2 yaitu di kab. Sumenep jatim dan Ciamis jabar, ” tambahnya.
Dari bulan oktober penagihan dari distributor dan produsen ke pemerintah melakukan dengan melalui data dari dashboard saja tidak lagi laporan F6, Log book, BAST, berita acara verval dan surat pernyataan.
“Dalam pelaksanannya tidak akan sulit dan tidak banyak berkas, ini yg membedakan dengan kota yg lain se-Indonesia, kesuksesan ini didukung mulai kios pengencer selaku agen 46 Laku pandai dan distributor selaku pembina dari kios serta BNI dan team KP3. ” ungkapnya. (erfandi).

