Aksi dan ruwatan ini sebagai wujud keprihatinan jasa Kontruksi pada dinas pendidikan yang semakin parah.
PRN Mojokerto – Koordinator FORJASKON dan Anggota Banser Gelar Aksi Doa dan Ruwatan Tolak Bala”
Sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab atas kondisi Masyarakat Jasa konstruksi dan juga beberapa kejadian di DInas Pendidikan Kabupaten Mojokerto pada hari jumat legi tanggal 2 November 2018.
Cak Narto selaku Koordinator (FORJASKON) Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur yang juga anggota Banser mengadakan Doa Keselamatan dan Ruwatan Tolak Bala’ atas kondisi Jasa konstruksi di Kabupaten Mojokerto khususnya di lingkungan DInas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
Aksi yang dimulai dari kantor DPC NU Kabupaten Mojokerto tersebut diawali dengan Aksi Ritual Doa dan Restu kepada para sesepuh dan leluhur “Bumi Majapahit” dan khususnya kepada para Alim Ulama pendiri dan penggerak NU di Kabupaten Mojokerto, hal ini dilakukan sebagai bentuk takdzim/adab Cak Narto sebagai seorang santri/anggota NU.
Aksi kemudian dilanjutkan dengan menunaikan sholat sunnah dan doa keselamatan diatas mobil di pintu gerbang Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
Aksi sholat tersebut mengandung pesan agar seluruh Masyarakat Jasa Konstruksi agar senantiasa memegang prinsip dan ajaran agama di dalam bekerja dan meninggalkan segala praktek/perilaku yang dilarang agama, sedangkan sholat yang dilaksanakan diatas mobil tersebut sebagai pesan kepada seluruh Masyakat Jasa Konstruksi di Kabupaten Mojokerto dan juga Pejabat di lingkungan DInas Pendidikan bahwa harta/benda hanyalah sarana untuk ibadah/mendekatkan diri kepada Tuhan YME.
Dalam aksinya Cak Narto juga kembali mengingatkan bahwa apa yang menimpa Bupati non-aktif Mojokerto dapat menjadi pelajaran berharga bagi Masyarakat Jasa Konstruksi dan Pejabat di Lingkungan DInas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, dan terkait penetapan status tersangka oleh KPK kepada Kepala DInas Pendidikan sebagaimana banyak diberitakan sejumlah media dapat segera menemui titik terang, agar kedepannya Dunia Pendidikan di Kabupaten Mojokerto benar-benar di “ampu” yang oleh Pejabat yang benar-benar teruji kredibilitas dan Integritas nya. (cak’s1979).

