PRN MOJOKERTO – Wisata Taman Ghanjaran desa Ketapan Rame Trawas telah dibuka untuk umum, hal ini ditandai dengan ditandatanganinya batu prasasti dan pemotongan pita oleh Pung Kasiadi Wakil Bupati Mojokerto. Kamis 6/12/18.
Taman indah tersebut berkonsep modern, minimalis, juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti wahana permainan dan foodcourt, meski belum sepenuhnya lengkap, taman yang di bangun menggunakan anggaran BK Desa senilai Rp 5 milyar di tahun 2016 ini, di prediksi akan ikut andil mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Seperti yang di sampaikan kepala desa Ketapanrame Zainul Arifin. “Dalam satu bulan terakir ini, keberadaan Taman Ghanjaran sudah menyerap sedikitnya 300 orang tenaga kerja dari kalangan warga sekitar. Dari pendapatan parkir, penyewaan stand maupun kaki lima misalnya, omset pendapatan yang diraup bisa mencapai Rp 30-50 juta perhari.
Tentunya ini menjadi berkah dan manfaat, disamping kami optimis bahwa Taman Ghanjaran jika di kelola dengan baik akan mampu menyumbang PAD yang maksimal. Kata Zainul Arifin selaku kepala desa.
Taman Ghanjaran tersebut dibangun dengan brilian karena mendapat view Gunung Penanggungan sebagai latar belakang, taman yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) ini kedepanya juga di prediksi makin semarak, karena akan dilengkapi dengan kolam renang dan beberapa wahana permainan yang lebih variatif.
Wakil Bupati dalam sambutan mengatakan bahwa,Taman Ghanjaran merupakan contoh nyata dari pemaksimalan BK Desa untuk pembangunan. Dirinya (bupati, red) berharap agar contoh ini bisa di ikuti semua desa potensial di Kabupaten Mojokerto, agar bisa berdiri sebagai Desa yang mandiri.
“BK desa adalah salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mengakselerasi desa-desa untuk berinovasi dalam pembangunan. Semua desa bisa mendapatkanya, asal sesuai ketentuan berlaku misalnya tertib administrasi Dana Desa (DD), serta lunas pajak dan konsusif.
Tahun 2018 ini pemerintah Kabupaten Mojokerto telah mencairkan anggaran Rp 50 miliar untuk BK Desa yang akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang” jelasnya.
Jurnalis : Erlina.

