close

Disampaikan saat berdialog kebangsaan bersama pelajar se Jatim.

Surabaya, PRN – Revolusi industri membuat dunia seakan tanpa batas, meningkatkan kejahatan siber, penyebaran berita hoax, hate speech, isu sara serta radikalisme dan kemajuan teknologi juga bisa membuat generasi milenial kurang tanggap kepekaan atau gejala sosial.

Itulah sebagian ucapan yang disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Luki Hermawan, dihadapan sekitar 750 pelajar se Jatim, saat mengikuti dialog kebangsaan di Gedung Mahameru Polda Jatim, Kamis (13/12/2018) pagi.

Ratusan pelajar tersebut adalah para pengurus Organisasi Siswa Inter Sekolah (OSIS) SMA dan SMK se Jatim. Hadir pula dalam forum bertajuk “Dialog Kebangsaan Peran Generasi Milenial Dalam Menjaga dan Merawat NKRI” yakni para pejabat utama Polda Jatim, Kadiknas Cabang Surabaya dan undangan lain.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa dengan moderator Suko Widodo dari Unair Surabaya.

“Baru pertama kali ini kita mengumpulkan ketua OSIS. Terima kasih para guru yang telah mendampingi para siswa. Para adik bisa memperoleh informasi bagaimana prosedur masuk menjadi anggota kepolisian, cek kesehatan dan cara kerja serse dan sebagainya,” ujar Kapolda Luki, diawal acara.

Luki juga menyampaikan terima kasih kepada Diknas Jatim, karena tanpa restunya kami tidak bisa mengumpulkan para siswa. Para adik-adik ini sangat potensial perannya di masa milenial seperti saat ini, dan merupakan harapan bangsa di masa yang akan datang. “Sampaikan salam saya untuk kepala sekolah adik-adik semua,” ucapnya.

Dikatakan Kapolda, jika generasi milenial yang dilahirkan di era tahun 1995 dan seterusnya ditandai era munculnya kecanggihan teknologi. Pengguna medsos 49 % adalah kaum generasi milenial yang sangat berpengaruh pada tahap pilpres saat ini. Jatim dibawah kepemimpinan Pakde Karwo, saat ini, sangat solid baik TNI Polri dan masyarakat tidak ada gejolak  unjuk rasa seperti kota kota lainnya.

“Mari kita berkomitmen menjaga kesadaran, integritas dan kesatuan menjaga NKRI dan memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara kita,” pesan Luki.

Kadiknas Cabang Surabaya, Sukaryanto mengatakan, bahwa tidak ada kata yang indah kami ucapkan kepada bapak Kapolda selain ucapan terima kasih, hingga saat ini kami bisa datang di Polda Jatim. Sekolah sebagai sumber daya manusia sehingga para siswa siap menjadi petarung dan memiliki kompetensi yang tinggi untuk mewujudkan generaai yang berkarakter yang kuat. Agar hubungan yang manis dalam menanamkan nilai kebangsaan ini lebih ditingkatkan, dan semoga para siswa yang duduk disini bisa menjadi Kapolda.

“Saya sampaikan kepada bapak Kapolda bahwa siswa setingkat SMA dan SMK di Jatim jumlahnya sangat besar, dan marilah kita bina para siswa di Jatim ini karena mempunyai potensi yang besar untuk bangsa dan negara Indonesia ini kedepannya,” harap Sukaryanto.

Di sisi lain, salah seorang peserta mewakil ratusan pelajar yang hadir, menyatakan jika kecintaan para pelajar se Jatim terhadap NKRI, sudah tidak diragukan lagi.

“Tetapi bagaimana caranya mewujudkan cinta NKRI ini, saya dan kawan kawan siap bertempur mati-matian memerangi berita hoax, membantu aparat kepolisian. Kawan kawan inilah yang akan mengganti kepemimpinan bangsa Indonesia di masa depan,” kata Aryo Seno Bagaskoro, yang tercatat sebagai siswa SMA Negeri 5 Surabaya.

Acara selanjutnya ditutup dengan perwakilan pembacaan deklarasi oleh empat siswa. Berikut bunyi ikrak cinta bangsa yang mereka bacakan :

“Kami anak-anak muda Jawa Timur yang tergabung dalam forum dialog kebangsaan 2018 berjanji untuk menjaga persaudaraan, keutuhan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia, memegang teguh ideologi Pancasila, Undang Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dimasa kini dan masa mendatang, kami akan terus giat belajar. mewujudkan cita-cita, serta bertekad untuk satu tujuan menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia”. (yos/eb)

Tags : Diknas SurabayaKapolda JatimPolda Jatim

Leave a Response

*