PRN Sumenep, -Kerusakan Pembangunan Drainase yang mengakibatkan anjlok nya pembangunan jembatan sebelah timur dan rumah warga Serta jalan diatas Gorong Gorong yang bergelombang bukan karena disebabkan 100% dari faktor alam,
Kata salah satu tokoh masyarakat menjelaskan bahwa Pekerjaan Drainase pada waktu pemadatan tanah hanya menggunakan bego tidak menggunakan alat m/c pemadat tanah, Rabu 23/01/2019.
“sehingga tanah yang ditimbun tersebut dikena air hujan menjadi anjlok kebawah yg mengakibatkan bangunan jembatan, rumah warga, dan jalan diatas Gorong Gorong ikut anjlok kebawah.” Ucap Tokoh masyarakat Setempat.
Sehingga Pekerjaan Drainase tersebut yang menghabiskan anggaran yang tidak sedikit 3.8 milyar terlihat asal asalan.
Terbukti Terlihat jelas jalan di atas gorong gorong yang baru di kerjakan menggunakan Hotmix nampak terlihat pasir/tanah yang dibawah.
Hery Kabid Penataan Bangunan dan Lingkungan DPRKP dan Cipta Karya Sumenep mengatakan bahwa Adanya beberapa titik yang rusak masih dalam masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab dari rekanan untuk melakukan perbaikan.
” Kemaren sudah dirapatkan mengundang dari konsultan Pengawas rekanan, dari kejaksaan, kepolisian, PT.Inneco, PPKO, menyepakati rekanan siap untuk memperbaiki terhadap temuan yg terjadi dilapangkan, Dalam waktu yang ditentukan 20 hari kedepan perbaikan sudah rampung” tutur Hery di Ruang kerjanya, Rabu 23/01/2019.
Masih dalam keterangan Hery bahwa, Dalam perbaikan itu harus bisa dikembalikan seperti Pekerjaan semula tidak boleh hanya di tembel sulam.
Tapi herannya Hery yang menjabat kabid PBL di Dinas PRKP dan Cipta karya, diasaat ditanya serah terima pekerjaan Drainase tersebut, Hery bilang, ” tidak tau mas Karena waktu itu saya belum menjabat Kabid disini.
“Jelasnya diwaktu serahterima Pekerjaan diawal pastinya sudah sesuai dengan yang kita harapkan, berarti Pekerjaan yang sudah diterima sesuai dengan item yang ada.” Imbuh Hery.
Jurnalis : Erfandi.

