By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Simpang Siur Penyebab Meninggalnya Siswa SMAN 1 Batuan Jadi Tanda Tanya Besar
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Simpang Siur Penyebab Meninggalnya Siswa SMAN 1 Batuan Jadi Tanda Tanya Besar
HUKUM

Simpang Siur Penyebab Meninggalnya Siswa SMAN 1 Batuan Jadi Tanda Tanya Besar

Redaksi
Last updated: 23 Maret 2019 12:50 am
Redaksi
Published: 22 Maret 2019
Share
SHARE

PRN Sumenep -Sudah viral Sebelumnya berita tentang Siswa yang berinisial ‘AP’ (16 thn) alamat Lembung Timur kec. Lenteng kab.Sumenep, duduk di bangku kelas 2 SMA/ 11 IPA 1, di duga dipukul oleh oknum guru agama inisial ‘F’ (-+39 thn) di SMAN 1 Batuan.

Dari dugaan peristiwa pemukulan oknum guru tersebut, AP (Sikorban) mengalami sakit dibagian kepala yang mengakibatkan mata membengkak sudah dirawat kurang lebih 2 Minggu di rumah sakit RSUD Sumenep Dan RSUD Pamekasan, yang akhirnya Sampai meninggal dunia, sehingga Bukdenya Ristiani (51 thn) dari pihak keluarga melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sumenep untuk mendapatkan keadilan, Selasa 19/03/2019

“Saya melaporkan dari pihak SMAN 1 Batuan yang tidak bertanggung jawab sampai sekarang ponakan saya meninggal Dunia di karena pukulan benturan di kepala,” Tutur Ristiani.

Masih dalam keterangan Ristiani saat laporan diPolres sumenep menjelaskan bahwa, Kronilogi kejadian
Dari awal sebelumnya ponakan saya itu sakit dirawat di Lenteng lalu dirujuk ke RSUD Sumenep terus dirujuk ke RSUD Pamekasan dan hasil CT-SCAN Semua dokter dari dua Rumah sakit menyatakan terjadinya benturan di kepala Sikorban.

“Dari pengakuan Sikorban sebelum meninggal dunia, bahwa mengatakan pernah dipukul kepala oleh guru Agama nya yang berinisial ‘F’ dua kali dengan menggunakan Gayung sampai pecah, Alasan karena tidak melaksanakan tugas dan tidur waktu itu, mulai dari itu Sikorban terasa pening di kepala tapi karena ketakutan diam dan kurang lebih 2 bulan kemudian terus sakit selama 2 Minggu di rumah sakit dan sampai meninggal dunia.” Kata Ristiani sambil meneteskan air mata.

Lanjut Ristiani, Kejadian pemukulan terhadap Sikorban dilakukan 2 bulan yang lalu oleh guru agama sebelum jatuh sakit dan meninggal Dunia Minggu 17/03/2019, sekitar pukul 01.00 malam di Pamekasan.

Tapi stetement yang dikeluarkan dari kepala sekolah SMAN 1 Batuan Solehuddin berbeda, mereka mengatakan bahwa pemukulan itu terjadi pada bulan Oktober 2018, kurang lebih 5 bulan yang lalu.

“Yang dimaksud pemukulan menurut saksi saksi yang dikumpulkan dari teman teman kelas nya terjadi pada bulan Oktober 2018 dan yang sakit baru 2 Minggu terakhir ini, dan awal dari sakitnya itu informasinya disebabkan oleh radiasi HP,” ucap Solehuddin kepada beberapa awak media. Kamis 21/03/2019.

Di saat ditanya oleh salah satu Wartawan Kepada kepala sekolah Tentang stetement bahwa Sikorban sakit karena dikenak radiasi HP….??, Bahwa informasi itu dari pihak keluarga Sikorban.

” Pihak sekolah tau bahwa Sikorban itu sakit karena akibat radiasi HP, dari surat keterangan tidak masuk sekolah karena sakit akibat radiasi HP, sesuai penjelasan beberapa dokter Kepada pihak keluarga korban,” imbuh Solehuddin.

Dari stetement yang berbeda dari dua Pihak, dari Bukdenya bahwa Sikorban sakit karena hasil CT-SCAN dokter menyatakan bahwa penyakit tersebut diakibatkan benturan benda Keras yang terjadi dikepala, tetapi dari pihak sekolah menyatakan kepada awak media disebabkan karena radiasi HP. (erfandi)

You Might Also Like

Apresiasi Luar Biasa dari Bupati Atas Pameran Pendidikan Sumenep
Ingkari Kontrak Job, DUO SRIGALA Diperkarakan Secara Hukum
PJI Sukses Menggelar UKW ke-6 Di Indramayu Dan Pemberian Penghargaan
Di Demo Aktivis, Dinas Pertanian Banyuwangi Meminta Maaf Atas Statmen Stafnya
Kades Harus Turun Ke Masyarakat, Jangan Cuma Duduk Manis Di Balai Desa Saja.
TAGGED:Penyebab Siswa MeninggalSumenep
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?