PRN Sumenep -Sudah viral Sebelumnya berita tentang Siswa yang berinisial ‘AP’ (16 thn) alamat Lembung Timur kec. Lenteng kab.Sumenep, duduk di bangku kelas 2 SMA/ 11 IPA 1, di duga dipukul oleh oknum guru agama inisial ‘F’ (-+39 thn) di SMAN 1 Batuan.
Dari dugaan peristiwa pemukulan oknum guru tersebut, AP (Sikorban) mengalami sakit dibagian kepala yang mengakibatkan mata membengkak sudah dirawat kurang lebih 2 Minggu di rumah sakit RSUD Sumenep Dan RSUD Pamekasan, yang akhirnya Sampai meninggal dunia, sehingga Bukdenya Ristiani (51 thn) dari pihak keluarga melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sumenep untuk mendapatkan keadilan, Selasa 19/03/2019
“Saya melaporkan dari pihak SMAN 1 Batuan yang tidak bertanggung jawab sampai sekarang ponakan saya meninggal Dunia di karena pukulan benturan di kepala,” Tutur Ristiani.
Masih dalam keterangan Ristiani saat laporan diPolres sumenep menjelaskan bahwa, Kronilogi kejadian
Dari awal sebelumnya ponakan saya itu sakit dirawat di Lenteng lalu dirujuk ke RSUD Sumenep terus dirujuk ke RSUD Pamekasan dan hasil CT-SCAN Semua dokter dari dua Rumah sakit menyatakan terjadinya benturan di kepala Sikorban.
“Dari pengakuan Sikorban sebelum meninggal dunia, bahwa mengatakan pernah dipukul kepala oleh guru Agama nya yang berinisial ‘F’ dua kali dengan menggunakan Gayung sampai pecah, Alasan karena tidak melaksanakan tugas dan tidur waktu itu, mulai dari itu Sikorban terasa pening di kepala tapi karena ketakutan diam dan kurang lebih 2 bulan kemudian terus sakit selama 2 Minggu di rumah sakit dan sampai meninggal dunia.” Kata Ristiani sambil meneteskan air mata.
Lanjut Ristiani, Kejadian pemukulan terhadap Sikorban dilakukan 2 bulan yang lalu oleh guru agama sebelum jatuh sakit dan meninggal Dunia Minggu 17/03/2019, sekitar pukul 01.00 malam di Pamekasan.
Tapi stetement yang dikeluarkan dari kepala sekolah SMAN 1 Batuan Solehuddin berbeda, mereka mengatakan bahwa pemukulan itu terjadi pada bulan Oktober 2018, kurang lebih 5 bulan yang lalu.
“Yang dimaksud pemukulan menurut saksi saksi yang dikumpulkan dari teman teman kelas nya terjadi pada bulan Oktober 2018 dan yang sakit baru 2 Minggu terakhir ini, dan awal dari sakitnya itu informasinya disebabkan oleh radiasi HP,” ucap Solehuddin kepada beberapa awak media. Kamis 21/03/2019.
Di saat ditanya oleh salah satu Wartawan Kepada kepala sekolah Tentang stetement bahwa Sikorban sakit karena dikenak radiasi HP….??, Bahwa informasi itu dari pihak keluarga Sikorban.
” Pihak sekolah tau bahwa Sikorban itu sakit karena akibat radiasi HP, dari surat keterangan tidak masuk sekolah karena sakit akibat radiasi HP, sesuai penjelasan beberapa dokter Kepada pihak keluarga korban,” imbuh Solehuddin.
Dari stetement yang berbeda dari dua Pihak, dari Bukdenya bahwa Sikorban sakit karena hasil CT-SCAN dokter menyatakan bahwa penyakit tersebut diakibatkan benturan benda Keras yang terjadi dikepala, tetapi dari pihak sekolah menyatakan kepada awak media disebabkan karena radiasi HP. (erfandi)

