close
Foto Sabar Kepala Desa Temboro

PRN Magetan – Desa Temboro kec Karas Kabupaten Magetan Desa Temboro terletak di wilayah Kecamatan Karas kabupaten Magetan, merupakan salah satu desa yang berada dipinggiran perkotaan hanya saja ada nilai lebihnya di desa ini berdiri Pondok Pesantren Al-fatah Temboro, sehingga kemajemukan penduduk tidak bisa dikesampingkan.

Luas Wilayah serta besarnya jumlah penduduk serta kemajemukannya mendorong pemerinah desa untuk lebih memperhatikan serta menyempurnakan segala sarana dan prasarana sosial seperti halnya sarana jalan yang baik, sarana pendidikan yang memadai, sarana Ibadah yang cukup dan bahkan tidak ketinggalan sarana Kesehatan yang memadai.

Sabar Kepala desa Temboro kepada Pena Rakyat News (senin, 13/1/2020) mengatakan, “Suasana disini tidak pernah sepi , 24 jam aktivitas warga dan santri lalu lalang. Baik sekolah, berangkat mengaji, aktivitas di pasar, warung selalu hidup, yang istimewa adalah setiap adzan toko toko yang ada didesa ini selalu tutup. Selain itu saat bulan suci Ramadhan setiap masjid di Temboro sholat tarawih sudah biasa membaca Alquran 1 juz, dan untuk santri di pondok pondok pesantren salat tarawih dengan membaca al quran 30 Juz ” tutur Sabar Kepala desa Temboro masa jabatan 2019-2025 ini.

Sekilas sejarah mengenai desa Temboro menjadi desa yang islami seperti sekarang bermula sekitar tahun 1980 seorang mubaligh dari Pakistan bernama Professor Abdus Shobur datang ke desa Temboro untuk berdakwah mengajarkan penduduk setempat dengan cara hidup Rosullulah Nabi Muhammad SAW, bermula dari masjid ke masjid tentang keutamaan menjalani hidup seperti yang di contohkan Rosullulah dan akhirnya mayarakat desa Temboro tertarik mengikuti cara kehidupan Rosullulah kemudian berlanjut sampai sekarang ” Ujar Sabar kepala desa Temboro yang dilantik Bupati Magetan , Selasa 17/12/2019 bertempat di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan Bupati Magetan besamaaan dengan 184 kepala desa yang terpilih dalam Pilkades serentak yang dilaksanakan 27 November 2019.

Didesa Temboro santri yang ada berasal dari 23 negara dan jumlah santri kurang lebih 25.000 orang ,serta menggunakan azas kasih Sayang dalam setiap pembelajaran pada para santrinya. Mereka belajar di Ponpes Al Fatah yang memang paling besar ada 5 Pondok pesantren . Sedangkan Ponpes lainnya, Ponpes Al Qodir, Ponpes Roudhotut Tholibin dan Ponpes Darul Muttaqin hanya santri lokal saja. video lengkapnya klik http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan (Jurnalis Beni Setyawan)

Tags : Kampung MadinahMAGETAN

Leave a Response

*