PRN BANTAENG – Usaha di sektor pertanian akan selalu dihadapkan dengan resiko ketidakpastian yang bisa terbilang cukup tinggi. Resiko tersebut meliputi kegagalan panen yang bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti bencana alam dan serangan pengganggu tanaman. (19/02).
Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah senantiasa berupaya memberikan solusi melalui asuransi pertanian. Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Sekretaris Daerah, Abdul Wahab telah membuka secara resmi monitoring dan evaluasi percepatan asuransi pertanian tahun anggaran 2020 di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Rabu Pagi.
Kepala Seksi Asuransi Pertanian Kementerian Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ika Purwani, menghaturkan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Bantaeng yang telah memberi kontribusi realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) tahun 2019.
“Pemerintah pusat ingin mempercepat realisasi AUTP, dengan target 1 juta ha. Sementara AUTS/K memiliki target 120 ribu ekor, sehibgga kami terus mengejar realisasi target. Maka dari itu saya mengajak seluruh unsur terkait untuk melakukan sosialisasi, agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya”, ujarnya.
Sementara itu, Sekda Bantaeng mengatakan bahwa asuransi pertanian ini adalah program berkelanjutan pemerintah daerah yang akan kami kawal karena memang termuat dalam RPJMD kami. “Menjadi konsen Bapak Bupati dalam mengawal petani kita sehingga petani tidak perlu takut mengalami kerugian. Ini sering terjadi pada musim kemarau dimana air sangat kurang sehingga memang harus ada perlindungan bagi para petani. Termasuk perihal pencurian ternak yang kadang terjadi dan menyebabkan kekhawatiran. Jadi saya harap para Camat dan penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan”, kata Sekda.(syam)

