PRN Ngawi – Pasar Djadoel yang diadakan setiap hari minggu legi atau orang jawa kenal dengan hari ahad legi, di Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi, oleh Pemerintah Daerah lewat Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Ngawi benar-benar membawa keperekonomian kearah yang lebih maju, apalagi setiap bulan pengunjung selalu bertambah dan bertambah terus.
Antusias warga Kabupaten Ngawi, bahkan Kabupaten sekitar seperti Kabupaten Madiun, Magetan, Sragen, Bojonegoro, Nganjuk bahkan Kabupaten Pacitan dan Solo banyak yang berdatangan.

Berbagai sajian makanan tempo dulu dijual dan disajikan seperti getuk, cenil, tepo, nasi jagung, nasi ketela, jenang dan sate jamur juga masih banyak yang lain. Ratusan pedagang dari Desa Tawun maupun Desa lain ikut mencari rejeki di Pasar Djadoel .
“Totok selaku Kabid Disparpora Ngawi saat ditemui Pena Rakyat mengatakan bahwa, pengunjung pasar djadoel setiap bulan terus bertambah”.
Karena kita juga menyajikan sesuatu yang direncanakan serta dikemas dengan baik agar pengunjung senang dan puas tidak jenuh mengunjungi pasar djadoel yang berada di Wisata Tawun.
Kali ini kita mendatangkan kesenian dongkrek sagrahan Mejayan Caruban madiun Pimpinan Widya, Tari dari sanggar Sri Budaya dengan tari guyub rukun, tari kebyak anting-anting dan tari reyoningsih, ada pula cokek an dari Desa Kedungprahu Padas, Fashion Show Lansia memakai batik yang usianya diatas 35 tahun, serta keroncong dari Disparpora Pimpinan Daniel.
Kanang panggilan akrab Bupati Ngawi juga mengatakan, animo masyarakat yang berjumlah puluhan ribu ini tentunya semua ingin menyaksikan keunikan yang disuguhkan di pasar djadoel Tawun Ngawi, mulai dari pembelian makanan dari uang rupiah yang harus ditukar dengan koin dari kayu berbentuk bulat, yang dilayani oleh Dimas Diajeng Kabupaten Ngawi.
Kita kemas dengan bagus akan membawa nama Ngawi ke Nusantara ini bahkan bisa ke Se antero Dunia. Bahkan sudah banyak turis mancanegara yang berdatangan, pertanda akan menambah income warga sekitar khususnya Desa Tawun maupun warga Desa tetangga, ini tujuan yang utama. ( Jatmiko)

