PRN Sumenep – Sumenep adalah kota Keris yang berlambangkan kuda terbang di jaman kerajaan terdahulu, Sumenep memiliki Keraton yang masih utuh yang penuh dengan sejarah dan Sumenep memiliki banyak keindahan panorama alam dengan sejuta pesona serta tempat tempat wisata yang luar biasa seperti Gili Iyang yang memiliki kadar oksigen tertinggi di antara dunia. Sumenep juga kaya dengan seni budaya tradisionalnya.
Pemerintah kabupaten Sumenep melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) sebagai fasilitator memiliki langkah bijak yang diantaranya selain destinasi yang sudah dikembangkan seperti Pulau Gili Iyang dan destinasi yang lain di sektor budaya tradisional Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si, selaku kepala Disparbudpora Sumenep memiliki perhatian khusus pada Topeng dalang kesenian tradisional Sumenep.
Bambang Irianto menjelaskan kesenian Topeng dalang yang menjadi karakter Sumenep hanya ada di dua kabupaten di Indonesia yaitu di Malang dan Sumenep, Bambang memiliki gagasan untuk bergerak mengangkat seni-budaya Topeng menjadi budaya tradisional yang dicintai oleh anak muda di jaman milenial sekarang ini.
“Seni budaya Topeng dalang tersebut sudah berkembang di dua kecamatan yang ada di kabupaten Sumenep yaitu di kecamatan Kalianget yang dikenal dengan kota Kuno dan kecamatan Slopeng dan ini perlu dilestarikan karena topeng di Sumenep ini kami sudah patenkan juga secara Nasional”. Ucap Bambang, Rabu 01/04/2020.

Untuk pelestarian seni budaya topeng dalang supaya bisa diterima dan dicintai oleh generasi muda, Bambang Irianto mensosialisasikan hal tersebut di sekolah-sekolah tentang arti kesenian topeng budaya dalam pembelajaran materi budaya lokal.
“Bicara pelestarian berarti harus diperkenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga kami mencoba penampilan di taman mini Indonesia kemarin beberapa waktu yang lalu dan alhamdulillah animo masyarakat madura yang ada di Jakarta luar biasa terhadap penampilan Topeng, karena Sumenep sebagai kota Keris, dalam menampilkan Topeng itu kami angkat cerita yang ditulis dalam sebuah cerita di mahabharata yang berjudul Keris Dapur Pulang Geni”. Imbuh Bambang.
Pengembangan dan pelestarian topeng, nantinya akan didesain dan dirancang untuk melakukan festival 1000 topeng yang akan digelar di hari jadi kota Sumenep nantinya sehingga ada satu keunikan tersendiri, guna untuk memperkenalkan kepada masyarakat khususnya anak muda milenia. Yang nantinya akan melibatkan murid-murid sekolah.
Disinggung bagaimana persiapan dari Pemerintah kabupaten Sumenep untuk mengangkat budaya topeng, Bambang Irianto mengatakan dengan cara melakukan pagelaran secara konsep atau secara kebudayaan kepada masyarakat, hal ini perlu dipertahankan oleh Pemerintah Sumenep karena potensi topeng ini hanya orang-orang tertentu yang bisa menekuni dalam kehidupan masyarakat secara umum.
“Kami patenkan kesenian Topeng dalang kesenian tradisional Sumenep bukan milik daerah lain, karena Topeng dalang tersebut adalah citra dan karsa masyarakat Sumenep. Karena itu kami ingin pertahankan dan di perkenalkan topeng dalang ini kepada generasi muda milenia”. Paparnya.
Dirinya akan terus mendukung apapun kegiatan kesenian budaya tradisional Topeng dalang tersebut adalah ciri khas kabupaten Sumenep dan itu salah satu menghormati dan menghargai serta melestarikan, semua itu perlu dukungan dari masyarakat juga bahkan dirinya sudah mempersatukan para seniman-seniman Sumenep untuk menyatukan persepsi memberikan masukan dan saran dalam rangka pelestarian seni budaya ini, sehingga menjadi aset potensi wisata walaupun itu bagian dari kesenian dan akan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan antara wisata dengan kesenian. (Erfandi)

