32.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMLegalitas KSU Joper Insan Mandiri Patut Dipertanyakan, Dirikan Kandang Ayam Ditengah Kampong,...

Legalitas KSU Joper Insan Mandiri Patut Dipertanyakan, Dirikan Kandang Ayam Ditengah Kampong, Membuat Warga Resah

PUTRAPENA.COM – Segala jenis kegiatan baik skala besar atau kecil apalagi yang berdampak kepada masyarakat disekitarnya apabila didirikan syarat utama adalah ijin lingkungan, apalagi yang berkenaan dengan bau yang ditimbulkan dari usaha tersebut.

Namun berbeda dengan apa yang terjadi di desa Pule kecamatan Kandat Kediri, telah berdiri megah dan luas kandang ayam petelor dengan kapasitas 10.000 ekor ayam yang telah berjalan lancar hampir setengah tahun ini dan menghasilkan bau busuk yang menyengat dirasakan oleh warga desa Pule, dan pendiriannya tampa ijin lingkungan atau pihak pemerintahan desa.

Hal ini dibenarkan oleh warga Andik dan beberapa orang kampong Pule saat dikomfirmasi putrapena.com, Andik dan beberapa orang kampung dengan didampingi aparat dari Kepolisian setempat mengambil langkah bijak dengan mengajukan pengaduan masyarakat kepada kepala desa Pule perihal keluhan warga Pule yang hampir setiap malam menghirup bau busuk dari kandang ayam yang kabarnya milik Koperasi Joper Insan Mandiri yang kantornya di jalan Erlangga desa Gogorante kecamatan Ngasem Kediri.

Masih dalam tuntutan warga desa Pule kepada Kepala Desa, terkesan seperti siluman dan seenaknya sendiri, tanpa permisi pihak koperasi langsung mendirikan kandang di perkampungan Pule, mengingat terdapat desas desus bahwa Koperasi Joper Insan Mandiri diduga kuat ‘Bodong’ alias ijinnya tidak jelas.

Sementara menurut Sucipto selaku lepala desa Pule, dirinya juga merasa tidak diberitahu atau ijin sebelum mendirikan bangunan kandang ayam tersebut dan kaget saat warganya komplin.

Lebih lanjut menurut Moch Ansory Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen YAPERMA, bahwa semestinya pengusaha ternak ayam ini harus memenuhi 4 syarat utama sebelum melakukan kegiatan peternaan ayamnya, (Pertama) Syarat lokasi, (kedua) syarat lingkungan masyarakat, (ketiga) syarat keamanan, dan (keempat) syarat perizinan

Masih dalam keterangan Moch Ansory, Syarat terakhir yang harus dipenuhi adalah syarat perizinan. Pembuatan kandang sudah seharusnya didirikan hanya jika sudah memenuhi syarat perizinan. Syarat perizinan yang berlaku di Indonesia disebutkan bahwa setiap usaha peternakan harus memiliki izin usaha. Jadi, izin usaha tersebutlah yang harus dipenuhi peternak jika hendak melakukan pembuatan kandang.

Untuk dapat memiliki izin usaha tersebut, biasanya dimulai dari menandatangani surat persetujuan lingkungan masyarakat di sekitar lokasi kandang, kemudian surat rekomendasi dari desa, izin prinsip dari pemerintah kabupaten, surat amdal dan izin mendirikan usaha, serta SIU (surat izin usaha) dan surat izin gangguan. Pungkas Ansory. (candra/puguh)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya