PRN SUMENEP | Hardiknas adalah Hari Pendidikan Nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati setiap tahun di seluruh Indonesia pada tanggal 2 Mei. Sabtu 02/05/2020.
Ki Hadjar Dewantara adalah Bapak pendidikan Nasional yang lahir dari keluarga kaya di Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.
Karena keberaniannya Ki Hadjar Dewantara sempat diasingkan ke Belanda, dan setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani (“di belakang memberi dorongan”), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959.
Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya Ki Hadjar Dewantara yang bertepatan pada tanggal 2 Mei dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Pada tanggal 2 Mei 2020 di Hari Pendidikan Nasional yang bertepatan pada bulan Ramadhan, Drs. Ec. Carto, MM, Kepala Dinas pendidikan kabupaten Sumenep mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1441 Hijriyah 2020 semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah.
Karena dalam situasi Covid-19 Hardiknas di tahun 2020 tidak bisa di rayakan dengan upacara bendera, tapi meskipun Covid-19 Disdik kabupaten Sumenep terus meningkat pelayanan pembelajaran kepada Murid yang melakukan pembelajaran dirumahnya.
“Insan pendidikan kabupaten Sumenep, kita pahami saat ini menghadapi bencana Nasional Covid-19 yang memiliki dampak di segala sektor, terutama di sektor pendidikan kita yang sudah mulai sedikit berubah terhadap tenaga pendidikan di dunia pendidikan di limit terdepan seperti Guru, Kepala sekolah, Pengawas, Penilik, dituntut harus kreatif dan inovatif, agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung”. Ucap Carto.
Dia memaparkan bahwa karena Covid-19, Siswa harus belajar dirumah dan Guru harus mengajar dari rumah dan semua piranti pendidikan harus ikut menyesuaikan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, kita wajib melaksanakannya sehingga dunia pendidikan kita ikut serta memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
“Pelajaran Daring yang di lakukan oleh Guru dengan Murid dan didampingi oleh Wali Murid dengan memanfaatkan berbagai teknologi dan tidak ketinggalan pula dalam pemenuhan ilmu bagi peserta didik setidaknya kebutuhan pemenuhan tuntutan kurikulum. Pembelajaran secara Daring dapat berlangsung dengan baik, Selain Daring pembelajaran dilaksanankan secara Luring, karena keterbatasan jaringan dan sarana yang dimiliki siswa, misalnya model Guru kunjungi rumah Murid. Untuk itu saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak”. Kata Carto.
Di Hari Pendidikan Nasional ini Dinas pendidikan kabupaten Sumenep tetap dukung program Pemerintah Pusat khususnya dalam pemberantasan dan memutus rantai penyebaran Covid-19, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Siswa tinggal di rumah pakai masker, jaga jarak dan menjaga kesehatan.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional belajar dari Covid-19, bersama kita bisa, bersama kita maju dan bersama kita sehat”. Tutup Carto. (Erfandi)

