close
HUKUM

Didakwa Menggunakan Gelar Akademik, Supadi Dituntut 1 Tahun Penjara Denda 10 Juta Rupiah

PRN KEDIRI | Sidang lanjutan terdakwa Supadi terkait kasus dugaan penggunaan gelar akademik kembali digelar Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri dengan cara video teleconference.(28/05/2020)

Sidang kali ini dipimpin oleh Hakim Guntur Pambudi Wijaya, S.H, M.H dan Hakim anggota M. Fahmi Hari Nugroho, S.H, M.H dan Melina Nawang Wulan, S.H, M.H. sedangkan Jaksa Penuntut Umum saat itu adalah Tomy Marwanto, S.H., dan Iskandar, S.H. terdakwa Supadi Kades Tarokan didampingi oleh Prayogo Laksono, S.H, M.H, dan Eryck Andikha Permana, S.H.

Jaksa Penuntut Umum Tomy Marwanto S.H. dan Iskandar S.H. menuntut Supadi hukuman kurungan selama 1 tahun penjara dan denda senilai 10 juta rupiah. Supadi terbukti bersalah dan melanggar pasal 93 junto pasal 28 ayat 7 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Tim Penasehat Hukum Supadi, Prayogo Laksono, S.H, M.H dan Erick Andikha Permana, S.H, tetap menyatakan bahwa klien nya tidak bersalah. “Selaku penasehat hukum saya tetap bersikukuh bahwa klien saya tidak bersalah, dan tidak melakukan hal melanggar hukum,” ungkapnya salah satu tim penasehat hukum didalam persidangan.

Jika Supadi tidak pernah kuliah dan tidak mempunyai ijasah sarjana ekonomi itu bisa dikenakan pasal ini. Karena hak hukum yang dilindungi oleh pasal ini adalah hak hukum perguruan tinggi yang berhak keluarkan gelar.

Perlu diketahui, Sidang ke 12 ini sempat menimbulkan rasa bersitegang pasalnya akan ada pergerakan masa dari pihak terdakwa yang akan dilakukan didepan Pengadilan Negeri Ngasem Kediri. Sehingga puluhan aparat dari kepolisian ikut menjaga secara ketat jalannya persidangan untuk menciptakan kondisi yang kondusif.(Bram)

Tags : Dituntut PenjaraKediri

Leave a Response

*