close
KABAR JATIM

DANYON INFANTERI PARA RAIDER 501/BAJRA YUDHA SILATURAHMI DENGAN AWAK MEDIA

PRN MADIUN | Silatuhrahmi yang digelar Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha Sabtu 18/7/2020, dengan megajak awak media Komandan Yonif 501/Bajra Yudha Letkol Inf Risa Wahyu Pudji Setiawan mengajak media untuk bersama menjadi komponen pertahanan untuk membangun Madiun.

Danyon Para Raider 501/Bajra Yudha Letkol Inf Risa Wahyu menuturkan langkah antisipasi yang pihaknya lakukan adalah dengan membudidayakan ikan lele dan nila menggunakan metode biofik serta mengembangkan jamur tiram dan barbagai sayuran dengan metode hidroponik.

Dalam kesempatan itu pula Danyon 501/Bajra Yudha Letkol Inf Risa Wahyu mengatakan akan membuka pintu selebar lebarnya untuk menjalin diskusi demi kemajuan bangsa,terima kasih atas kehadiranya rekan rekan wartawan harapan kami media sebagai first multyplayer sama sama bekerja sebgai komponen pertahanan untuk membangun Madiun melalui bidang masing masing.

Hal yang tak kalah menarik lainya juga dikenalkan oleh Danyon 501/Bajra Yudha Letkol Inf Risa Wahyu tentang pencak silat nusantara yang merupakan pencak silat militer yang menggabungkan 14 jurus dari berbagai perguruan yang ada di Madiun.

Menurut Danyon 501/Bajra Yudha Letkol Inf Risa Wahyu bela diri merupakan seni di mana seni bela diri atau pencak silat adalah bagian dari Kemerdekaan Indonesia pada masa waktu itu, melalui Batalyon Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha pencak silat kita gabungkan antara gerakan pencak silat satu dengan lainya untuk menjadi senjata kosong prajurit di kala senjata militer tidak ada di tangan selain sebagai senjata gerak seni pencak silat nusantara akan tampak indah waktu diperagakan di pentas, maka kita wajib untuk melestarikan dan mengembalikan marwah pencak silat sebagai seni yang ada di Indonesia.

Tak cukup sampai disitu para awak media juga diajak keliling melihat basecamp ketahanan pangan yang dimiliki oleh Batalyon Para Raider 501/Bajra Yudha mulai dari greenhouse yang berisi sayuran hingga kolam yang penuh dengan ikan ikan yang siap dapat dikonsumsi, karena pendemi corona ini kami diarahkan untuk membuat basecamp ketahanan pangan kami bersiap jika terjadi chaos setiap kompi sudah bisa menghidupi masyarakat selama tiga sampai empat hari, untuk memberikan hal terbaik bagi masyarakat sehingga militer tidak terkesan angker dan prajurit benar benar dianggap sebagai pelayan masyarakat, jelas Danyon Para Raider 501/Bajra Yudha Letkol Inf Risa Wahyu Pudji Setiawan. (ADV/Toni).

Tags : MadiunMenurut Danyon

Leave a Response

*