close
KABAR JATIM

LUAR BIASA…Blantik Sapi Termuda se-Indonesia Berasal dari Putukrejo

PRN MALANG | Sungguh beruntung dan membanggakan Desa Putukrejo mempunya putra daerah calon pengusaha handal, walau dilahirkan dari masyarakat dusun tapi bakat  sebagai pengusaha sudah tampak pada dirinya, anak muda potensial jiwa bisnis berwirausaha Syahrul Tio Vernanda (14)  lahir pada tanggal 10-10-2006 biasa dipanggil Tio, anak ini sekarang masih tercatat sebagai anak didik kelas 1 SMP 1 Negeri Donomulyo,

Tio kecil sangat terampil dan luwes dalam hal jual beli sapi, adapun pasar hewan yang menjadi jujukanya adalah Pasar hewan Donomulyo, Pasar Hewan Pagak, Pasar Hewan Sumberpucung bahkan samp
ai merambah di wilayah Blitar dan Tulungagung, kelihaian Tio dalam bertransaksi hewan didapat dari sang kakek Abah Sakri yang beliau juga sebagai blantik juga petani tebu yang sukses di wilayah malang selatan yang tinggal di Dusun Alastledek RT. 23 RW.04, Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten malang

Pada saat wawancara dengan awak media pena rakyat Tio megatakan
“saya sudah terbiasa berjualan sapi karena sering mengikuti kakek dari kelas 3 SD, pada saat ada petani yang menawarkan sapinya aku selalu menguping dan tertarik apa yang dibicarakan, dan sering ikut kepasar hewan di wilayah malang selatan, dari kebiasaan itu saya akirnya tau kalau sapi sebesar segini atau sebesar segitu untuk dapat untung harus di beli berapa dan harus dijual berapa, ujarnya dengan polos” sambil mengusap keringat didahinya karena terik matahari,

Pada saat ditanya apa suka dukanya mejadi blantik kecil di Malang bahkan paling kecil di Indonesia, sambil tersenyum Tio berucap pada dasarnya sangat menikmati dan mencintai profesinya, ditengah kesibukan sebagai siswa sekolah ada pelajaran tambahan yang tidak dapat di dapat dalam kelas saya juga harus ketemu bayak orang yg tentunya usianya lebih tua tentunya pikiran dan kebiasaan saya ikut terpengaruh dengan bapak bapak itu, namun ada kejadian yang kurang mengenakkan, pada saat menawar sapi saya di marahin disuruh pulang katanya anak kecil tidak boleh main main di Pasar, setelah aku tunjukin uang yang aku bawa mereka baru percaya bahwa aku mau beli sapi,

Pada kesempatan lain Abah Sakri juga berucap agar Tio memang disiapkan untuk meneruskan usahanya, semoga menjadi penerusnya saya karena dari anak anak saya dan cucuku yang lain Tio lah yang kelihatan menjiwai terkait dengan dunia pertanian terutama jual beli hewan, pernah pada suatu hari pertama kali aku suruh transaksi sendiri dan tak suruh jual sendiri mengeluh salah tafsir, merasa merugi untuk membesarkan semangatnya kerugian biar Abah yang ganti, semua itu aku lakukan agar dia mempunyai kesenangan dulu dalam pekerjaannya, adapun skil bisa terus diasah seiring dengan usia nya yang terus bertambah. Sekarang semua transaksi aku percayakan pada Tio, baik untuk embeli, melakukan penawaran, maupun pada saat mwnjualnya. Pernah ada kalanya karena tidak mengikuti saran Tio seharusnya untung malah buntung, ucapnya sambil tertawa tawa

Karena dimentori langsung oleh Abah Sakri selaku kakeknya sangat wajar Tio dapat melakukan semuanya layaknya blantik profesional sehingga wajar menjadi pedagang sapi walau usia masih belia. (Fai).

Tags : Blantik TermudaMalang

Leave a Response

*