PRN SIDOARJO |Pemberitaan tentang pungutan di SDN Suko II, kec. Sidoarjo, kab. Sidoarjo, menuai respon dari ormas etnis dan Dinas pendidikan. Selasa 1/9/2020.
Tak lama setelah pemberitaan tentang pungutan yang dilakukan SDN Suko II (31/8/2020), wartawan PRN langsung dihubungi seorang wanita misterius dengan Video Call dari aplikasi Whatsapp.
Belakangan diketahui bahwa wanita yang dimaksud merupakan guru yang mengajar di sekolah tersebut. Sangat disayangkan karena pada saat video call, yang bersangkutan merekam wajah wartawan.
Dari informan yg tidak dapat disebutkan namanya, rekaman yang berasal dari oknum guru ini akhirnya sampai ke group whatsapp ormas PBB dengan narasi “ada wartawan yang mengaku Yuli Samosir datang ke sekolah dengan mengatasnamankan PBB”.
Sontak group Whatsapp menjadi ramai dengan info yang beredar. Tak tahu apa yang menjadi hubungan SDN Suko II dengan ormas ini. Sejauh ini PRN masih mengabaikan hal tersebut.
Terkait penjualan LKS dan Seragam Olahraga oleh pihak Sekolah, PRN meminta tanggapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
Kepada Wartawan, Waroh selaku staf sekertariat Dinas Pendidikan kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa bapak kepala dinas Asrofi sedang rapat dan tidak bisa diganggu. Demikian juga Kabid SD bapak Bambang juga sama.
“Biasanya kalau begini media bisa membuatkan surat tentang hal yang mau dikonfirmasi”, ungkapnya.
Walaupun Dinas Pendidikan tidak ada yang memberikan statemen, demi cita-cita mencerdaskan anak bangsa, PRN akan terus mengawal pemberitaan dan tindaklanjut Dinas atas pemberitaan ini. Bersambung… (yuli/samosir)

