PRN NGANJUK | Patut dicari tahu apa latar belakang dan pendidikan seorang kepala desa Sekaran kecamatan Loceret kabupaten Nganjuk, pasalnya sangat disayangkan seukuran pejabat tinggi pemerintahan desa dalam etika menerima tamu belum diketahui maksud dan tujuannya sudah main usir dan bentak-bentak seenaknya sendiri.
Hal ini terjadi kepada wartawan Pena Rakyat News saat berkunjung di kantor desa Sekaran kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, Tobing kepala biro media Pena Rakyat Nganjuk hendak klarifikasi terkait dana Bansos kepada kepala desa Sekaran, bukannya wartawan PRN mendapat penjelasan malah mendapatkan bentakan dan amukan SUJARWO kepala desa Sekaran.
“Onok opo, tiap hari ada media datang” penggalan kalimat yang diucapkan Sujarwo kepada wartawan sambil berjalan cepat menghindari awak media, padahal di awal wartawan sudah memperkenalkan diri.
Sikap arogan dan tidak beretika yang dilakukan kepala desa Sekaran membuat catatan tersendiri bagi pimpinan redaksi dan Kuasa Hukum media Pena Rakyat News untuk terus menggali data dan informasi serta penelusuran terkait kinerja Kepala Desa Sekaran, pasalnya secara logika menurut Iskandar Laka, S.H.,M.H. Kuasa Hukum PRN dan juga pakar hukum, secara emosional sikap Kades Sekaran ini mencerminkan adanya dugaan banyaknya persoalan di desanya yang tidak ingin diketahui oleh media.
Iskandar Laka menambahkan, mengharapkan kepada wartawan biro Nganjuk agar terus melakukan investigasi pendalaman dan menggali data terkait temuan data awal yang terkait dengan Bansos dan lainnya, dan apabila Kades Sekaran tetap bersikap arogan dan tertutup dengan wartawan, kami selaku Kuasa Hukum dari Pena Rakyat News siap membawa masalah ini ke ranah hukum. Pungkas Iskandar Laka. (RED)

