PRN JAKARTA| Debtcollector dan Oknum Polisi lakukan penarikan satu unit Kenderaan kreditur Mandiri Tunas Finance (MTF). Penarikan dilakukan dengan menggunakan derek Polisi. Sabtu (9/1/2021).
Rekaman CCTV yang terpasang di sebuah Rumah kantor (Rukan) menjadi perhatian Pena Rakyat News. Dalam rekaman yang diperlihatkan Johan, penghuni Rukan, jelas terlihat bahwa seorang debt collector sedang melakukan penarikan kendaraan kreditur difasilitasi oknum Polisi.
Kepada PRN, Johan menambahkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari sabtu, 9 Januari 2021 pukul 2 dini hari. Tempat kejadian berada di Rukan Aero Walk blok CI no.1.2, Cengkareng Jakarta Barat.
Menurut pengamatan penghuni rukan, terpantau bahwa pihak security Citra diduga membiarkan orang-orang suruhan MTF berada di area sekitar rukan selama lima hari. Bahkan puncaknya mengijinkan debt collector memadamkan listrik.
“Mungkin supaya CCTV di sekitar sini mati dan aksi mereka tidak terekam,” kata Johan.
Diluar dugaan, rencana aksi mereka terkam dengan baik di salah satu sudut CCTV rukan. Bahkan terlihat anggota security menggunakan selulernya untuk merekam dan membiarkan debt collector leluasa beraksi.
Di sisi yang berbeda tampak anggota Polri sibuk mengarahkan mobil derek milik negara itu ke sebuah kendaraan Toyota Innova milik Kreditur untuk dikaitkan dan diderek.
Sakti Aprilianto, Kreditur MTF, sewaktu dihubungi PRN membenarkan kejadian tersebut. Ia menduga oknum Polri yang terlibat dalam perampasan mobil ini berasal dari wilayah Jakarta Barat.
Terkait dengan perampasan kendaraan, Aprilianto menyampaikan bahwa telah memberikan kuasa kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Yaperma untuk menggugat perbuatan melawan hukum yang dilakukan MTF.
Ditemui di ruang kerjanya, Ujang Kosasi, S.H. membenarkan adanya pengaduan atas nama Sakti Aprilianto kepada Yaperma. Kepada PRN, alumni Universitas Kartini ini menyampaikan rasa penyesalannya atas keterlibatan Polri dalam menderek mobil konsumen.
“saya yakin ini pasti bukan perwujudan program POLISI PRESISI,” kata Ujang menutup sesi wawancara dengan PRN. (red)

