close
HUKUM

N E K A T…Data ‘Aspal’ Yakinkan ‘Istri Muda’ untuk Menggugat Istri Syah

PRN JOMBANG | Prahara rumah tangga sang pengusaha kaya asal Perak Jombang mulai tak terkendalikan paska sang pengusaha meninggal dunia, istri syah secara hukum mulai terusik oleh pengakuan seseorang yang mengaku juga menjadi istri sang pengusaha dan berupaya menggugat istri syah meminta harta peninggalannya.

Ulasan pendek tersebut terjadi pada rumah tangga (almh.) Muklisin warga Pedes Sukorejo Perak Jombang, semasa hidupnya pada 2/12/1992 dirinya telah menikah secara syah di Kantor Urusan Agama Perak dengan gadis cantik Sulistyowati warga Pedes Perak Jombang, selama bertahun-tahun hidupnya bahagia, namun rumah tangganya berjalan 15 tahun mulai terusik dengan kehadiran orang ke tiga yang kabarnya berprofesi sebagai dosen yaitu Sumaiyah. S.Kep.NS warga Kedungbendo Tanggulangin Sidoarjo dan parahnya saat ini Sumaiyah diduga menggugat Sulistyowati untuk merebut harta Muklisin.

Perkara ini sangat menarik perhatian dari berbagai pihak, pasalnya dari data yang didapat oleh awak media PRN terdapat kejanggalan dalam lampiran N1-N4 persyaratan pernikahan (Almh) Muklisin dengan Sumaiyah warga Sidoarjo ini. Pernikahan yang dilangsungkan di KUA Tanggulangin pada  07-9-2007 ini (Almh) menggunakan data alamat desa Tunggorono, tahun kelahiran tidak sama dengan aslinya dan parahnya lagi tertera status Jejaka, padahal diketahui (almh) adalah warga Pedes Sukorejo Perak dan berstatus sudah menikah pada tahun 1992 dengan Sulistyowati.

Pernyataan ini dikuatkan oleh Miftah salah satu staf KUA Tanggulangin, seraya menunjukkan berkas N1-N4 persyaratan untuk menikah yang dikeluarkan oleh pemerintah desa Tunggorono atas nama Muklisin.

Hal yang sangat menguatkan atas dugaan pemalsuan data yang dilakukan oleh (almh) Muklisin juga didapat dari mantan Kaur Kesra (modin) desa Tunggorono Mahmudi dan beberapa perangkat desa Tunggorono saat dikomfirmasi, menyatakan bahwa diarsib desa tidak ditemukan nama Muklisin bin Trimo apalagi pengantar untuk nikah dari desa Tunggorono yang dibuat menikah di KUA Tanggulangin.

Lebih lanjut tim Pena Rakyat News meminta komfirmasi kepada Sumaiyah yang kediamannya saat ini tidak jauh dari rumah Sulistyowati, namun sayangnya Sumaiyah keberatan untuk memberikan komentar dan hanya meminta doa agar masalahnya dapat segera selesai.

Sementara pada Kamis 18/2/21 diruang sidang 2 telah digelar sidang pertama Gugatan Sumaiyah yang dikuasakan kepada Dedy Catur, S.H. dan pihak tergugat yang diwakili kuasa hukum yaitu pria yang akrap dipanggil Sahbian, S.H.

Dalam keterangannya kepada Pena Rakyat News tim kuasa hukum dari Sulistyowati menyatakan sudah siap dengan segala gugatan atau tuntutan hukum yang akan dimainkan oleh Sumaiyah atau kuasanya, pasalnya dirinya sudah memegang ‘sejata pamungkasnya’, hal ini terbukti pada sidang perdana hari ini (18/2/21) dalam acara pemeriksaan formalitas gugatan sudah mengalami cacat formil, artinya dalam perkara 467 ini dihentikan atau tidak dapat diteruskan. Ungkap singkat Sahbian, S.H.

Sampai berita ini diturunkan tim Pena Rakyat News belum dapat statement dari kuasa hukum Sumaiyah. (Hanri/tim)

Tags : Cacat FormilJombang

Leave a Response

Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021