close
HUKUM

Fakta Terbaru Temuan Tim Investigasi Kemenag Jombang tentang Kyai ‘CABUL’

PRN JOMBANG | Sudah menjadi viral berita nasional baik di media online, TV, serta mensos terkait perilaku dugaan tindak asusila oleh seorang Kyai asal Banten SBH 49 tahun (inisial) yang berdomisili di wilayah Ngoro Jombang yang telah melakukan perbuatan mesum terhadap belasan santriwatinya dan saat ini mendekam di terali besi.

Kejadian ini mengingatkan kita pada 19 oktober 2019 silam, saat itu anak Kyai Losari Kecamatan Ploso MSA (inisial pelaku, red) yang dilaporkan oleh Santriwatinya yang menjadi korban pencabulan, NA (korban, red) melaporkan anak sang Kyai ke Polres Jombang dengan LP : LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG. Selanjutnya peerkara diambil alih oleh Polda Jatim  Kamis 16 Januari 2020, dan sayangnya sampai saat ini kasus terkesan dipetieskan.

Berbeda dengan kasus yang menimpa belasan santriwati yang diduga digagahi oleh SBH Kyai asal Kauman Ngoro Jombang, SBH oleh Polres Jombang pada 9 Pebruari 2021 langsung dihadiahi predikat tersangka setelah pihak Polres Jombang menerima 2 laporan dari orang tua korban.

Sementara dari hasil laporan investigasi lapangan kasus asusila Kyai pondok pesantren di wilayah Ngoro yang dilakukan oleh Kantor Kementrian Agama kabupaten Jombang telah menemukan beberapa hal :

  1. Pondok pesantren tersebut berada di dusun Sedati desa Kauman Kecamatan Ngoro, tidak tertata dan tidak pernah mengajukan izin pendirian di kantor Kementrian Agama kabupaten Jombang.
  2. Di lokasi pondok pesantren tidak terdapat identitas/plakat/papan nama.
  3. Kepala Desa Kauman Ngoro (Suhartono) tidak mengetahui kapan berdiri dan mulai beroperasinya pondok tersebut dan tidak ada yang melaporkan tentang keberadaannya setelah ditutup beberapa tahun yang lalu.
  4. Menurut kepala desa tersebut tahun 2015 pernah juga kejadian seperti ini (tindakan asusila terhadap santri). Pada waktu itu diselesaikan di tingkat desa bersama masyarakat Desa Kauman. Kemudian pondok ditutup sedangkan kyainya SBH pulang ke kampung halamannya yang ada di Demak karena memang kyai tersebut adalah pendatang yang menikah dengan orang dari Sedati Kauman Ngoro.
  5. Salah satu santri (Khumaidi) menyebutkan bahwa jumlah santri kurang lebih 150 santri yang mempelajari kitab salaf dan ada sebagian yang menghafal Alquran setelah ada berita dari media tentang kasus tersebut di atas banyak wali santri yang menjemput putra-putrinya. Sekarang masih yang bertahan di pondok ada 9 santri Putra dan 4 santri putri untuk menunggu penjemputan dari wali santri.
  6. Kasus tersebut sedang ditangani Polres Jombang.

Perbuatan bejat oknum kyai di Kecamatan Ngoro ini sudah berlangsung selama kurun waktu 2 tahun. SBH menjadikan belasan santriwatinya sebagai pemuas nafsu syahwatnya.

Ada sekitar 15 orang santriwati yang diduga menjadi korban kebejatan oknum pimpinan pondok pesantren ini.

Dihadapan polisi, SBH mengaku khilaf telah melakukan aksi pencabulan bahkan persetubuhan terhadap belasan santriwati didikannya akibat tidak kuasa menahan nafsunya. Kini SBH sudah dijebloskan ke penjara. Polisi juga masih melakukan pendalaman lantaran diduga masih banyak korban lainnya. Dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak terancam hukuman penjara 15 tahun dan terancam hukuman kebiri kimia bagi oknum kia cabul. (gung)

Tags : JombangKyai Cabul

Leave a Response

Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021