26 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMMerasa Tidak Bersalah Lakukan Pungutan, YAPERMA: Kami Akan Laporkan Kepsek SMAN 2...

Merasa Tidak Bersalah Lakukan Pungutan, YAPERMA: Kami Akan Laporkan Kepsek SMAN 2 Mojokerto

PRN MOJOKERTO| “Saya hanya meneruskan program yang sudah ada,” petikan pernyataan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Mojokerto, Imam Wahyudi membenarkan pungutan liar yang terjadi di sekolahnya. Terkait hal ini, Yaperma segera melaporkan ke tindakan sekolah ke Saber Pungli Daerah.

Ditemui di ruang kerjanya, Imam Wahyudi, Plt. Kepsek SMAN 2, tidak bersedia berkomentar lebih tentang pemberitaan PRN mengenai temuan pungutan “liar” yang terjadi di Sekolahnya.  Ia mengatakan hanya meneruskan program yang sudah ada sebelum ditunjuk menjadi Plt.

Dalam konfirmasi lanjutan, melalui sambungan seluler, PRN mencoba mengklarifikasi sejauh mana pengetahuan kepala sekolah mengenai keberadaan penarikan dana masyarakat oleh sekolah.

Terkesan enggan menjawab, Plt Kepsek tetap bersikukuh hanya meneruskan program yang sudah ada.

“Saya hanya meneruskan program yang sudah ada mas,” lagi-lagi berkilah.

Seperti dirilis pada pemberitaan sebelumnya, akumulasi pungutan dana yang dilakukan tergolong fantastis.

Baca: https://penarakyatnews.id/2021/03/17/wow-fantastis-ini-jumlah-dana-yang-dihimpun-sman-2-mojokerto-dari-siswa-setiap-tahun-ajaran/

Perlu diketahui bahwa dalam Permendikbud No. 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah, dalam Pasal 10 no (2), Komite Sekolah hanya boleh melakukan penggalangan dana dalam bentuk bantuan/sumbangan, bukan pungutan.

Dan dalam Pasal 10 no (3) dijelaskan bahwa Komite Sekolah harus membuat proposal yang diketahui Sekolah sebelum penggalangan itu dilakukan.

Dalam Pasal 12 huruf b ditegaskan lagi bahwa Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orangtua/walinya.

Pernyataan Kepala Sekolah yang seakan-akan membenarkan diri dan menolak bertanggungjawab atas pungutan-pungutan yang terjadi sama sekali tidak mencerminkan marwah dari Permendikbud yang merupakan produk turunan dari Perpres 87 tahun 2016 tentang Saber Pungli.

Apalagi dilakukan pada Masa Bencana Pandemi.

Mendapatkan pernyataan Plt. Kepala Sekolah yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 1 ini, Awak Media PRN meminta tanggapan Lembaga Perlindungan Konsumen Yaperma.

Samsul S.H., Ketua Investigasi LPK YAPERMA Pusat menyayangkan praktek Pungli yang kerap marak di dunia pendidikan. Termasuk di SMAN 2 Mojokerto.

Atas sikap Kasek yang tak merasa salah dan tetap melakukan Pungutan Liar di SMAN 2, YAPERMA menegaskan akan memasukkan laporan resmi ke ketua Saber Pungli Kota Mojokerto.

“Saya sudah perintahkan staf membuat laporan dan hari senin kami akan menghadap Wakapolres,” tutup Samsul mengakhiri.

(Bang Toga)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya