PRN SIDOARJO| Operasi Gabungan Polsek Krian bersama TNI dan Satpol PP setempat ke tempat hiburan malam gagal total. Diduga informasi bocor, tempat hiburan malam langsung sepi seketika. Rabu (17/3/2021).
Gagalnya operasi gabungan diakui oleh kapolsek Krian, Kompol. Mukhlason S.H. Dilansir dari media realita.co, Perwira dengan melati satu di pundak ini mengatakan bahwa petugas mendapati lokasi telah tutup.
“Operasi ini ternyata sudah bocor di awal,” demikian kutipan pernyataan Kapolsek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun PRN, secara kronologi, operasi Gabungan diadakan kurang lebih sekitar pukul setengah 11 malam.
Beberapa saat sebelum kegiatan operasi, kira-kira sekitar pukul 10 malam, awak media PRN sebenarnya sedang melintasi area target operasi.
Pada saat itu, terlihat pergerakan pengunjung meninggalkan area Taman Hiburan Krian (THK) secara masif.
Tak berapa lama, sekitar pukul 10 malam, seorang oknum petugas keamanan tempat hiburan menghubungi awak media melalui pesan whatsapp.
“Mas ngapunten ini saya masih ngurusi oprasi polsek. Ada halangan mendadak,” pesan WA petugas keamanan THK ke awak media untuk membatalkan janji konfirmasi berita.
Secara kronologi, pesan WA dari keamanan THK masuk pada pukul 22.07 WIB. Artinya informasi akan adanya operasi dari Polsek sudah beredar bahkan sebelum jam tersebut.
Alhasil personil Polsek, TNI dan Satpol PP pulang tanpa hasil.
PRN mencoba melakukan peliputan lanjutan pada hari berikutnya, Kamis (18/3/2021). Terpantau sejumlah cafe dan Karaoke tetap beroperasi seperti biasa di komplek THK.
Bahkan yang lebih mengejutkan, mobil patroli Polsek Krian X 2318-31 terpantau mampir dan disambut hangat di lokasi.

PRN mencoba mengkonfirmasi langsung tentang keberadaan Cafe dan Karaoke yang kucing-kucingan buka kepada petugas patroli tersebut.
“Yono temoni ae,” ungkap salah satu petugas.
Tak berapa lama setelah salah satu oknum anak buah pengelola menghampiri mobil Patroli dan menjulurkan tangan yang dikepal ke dalam mobil, maka Avanza berlogo Polri itupun segera meninggalkan lokasi.
Dari pantauan PRN di lapangan, tampaknya pelaku usaha hiburan malam lebih suka dimampiri petugas dari pada dioperasi petugas.
Wallahualam.. Salam PRESISI
(Bang Toga)

