24.8 C
Mojokerto
BerandaOPINIApakah Yang Dimaksud Dengan Perbuatan Melawan Hukum ?

Apakah Yang Dimaksud Dengan Perbuatan Melawan Hukum ?

Oleh:

Iskandar Laka, S.H., M.H.

Penasehat Hukum PRN dan Dosen FH Uniyos Surabaya

Mungkin bagi para Yuris istilah Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sudah tidak asing lagi bagi mereka sedangkan masyarakat awam hukum ini istilah yang tidak terlalu familiar bagi mereka padahal setiap tindakan hukum subjek hukum maupun badan hukum pedata bahkan pejabat TUN itu sangat bersentuhan dengan hukum terutama dalam hubungan antar subjek hukum person maupun rech person. Dalam menjalankan kegiatan usaha, ada kalanya timbul masalah-masalah yang tidak terduga, mulai dari sengketa bisnis dengan pihak kompetitor sampai masalah mengenai regulasi dan aturan perizinan dengan pihak pemerintah.

Dari permasalahan tersebut tak jarang menimbulkan kerugian, sifat kerugian yang ditimbulkan orang lain kepada kita ataupun sebaliknya, itulah yang disebut sebagai “Perbuatan Melawan Hukum” lalu apa yang dimaksud dengan perbuatan melawan hukum itu?

Berikut kita bahas secara umum; Pada Pasal 1365 KUHPerdataYang dimaksud Perbuatan Melawan Hukum menurut rangkaian yang dirumuskan pada pasal tersebut sifat;

Perbuatan Melawan Hukum atau disingkat PMH adalah “Bahwa tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.

Dari penjelasan pasal 1365 KUHPerdata tersebut terdapat 4 unsur yang harus dipenuhi untuk menyatakan bahwa seseorang telah melakukan perbuatan melawan hukum, berikut penjelasannya;

Adanya Suatu Perbuatan Yang Melawan Hukum itu ada 4 rangkaian yang menjadi acuan suatu perbuatan dapat tersebut digolongkan sebagai perbuatan melawan hukum antara lain;

  1. Bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku
  2. Bertentangan dengan hak subjektif orang lain
  3. Bertentangan dengan kesusilaan
  4. Bertentangan dengan asas kepatutan, Ketelitian dan kehati-hatian

Adanya Unsur Kesalahan Secara umum terdapat dua macam yaitu satu kesalahan, dan kedua kealpaan dan kesengajaan, kealpaan bermakna kelalaian atau lalai untuk melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan, atau tidak berhati-hati dalam melakukan sesuatu sehingga menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Sedangkan kesengajaan bermakna bahwa seseorang dengan penuh kesadaran mengetahui konsekuensi tindakan yang dilakukannya tersebut menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Ada Hubungan Sebab Akibat Antara Perbuatan Dan Kerugian sehingga Unsur ini disebut sebagai hubungan kausalitas, yaitu unsur yang saling keterkaitan, maksudnya adalah dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan seseorang itu pada akhirnya menimbulkan suatu kerugian bagi orang lain.

Adanya Kerugian yang timbul Yaitu tindakan-tindakan dari seseorang yang menimbulkan suatu akibat kerugian bagi orang lain, terdapat dua macam kerugian, yaitu kerugian Materill yaitu; kerugian yang dapat dihitung seperti uang, benda, dll, dan kerugian Immaterill yaitu; kerugian yang bersifat tidak dapat nilai tapi membawa dampak psykologi seperti rasa trauma,ketakukan, kekecewaan,rasa sakit, dll.

Demikian Pembahasan lanjutan dengan tema sebelum nya diruang OH PRN tentang perbedaan penipuan dan wanprestasi, semoga tema pembahasan kita kali ini bermanfaat dan menambah wawasan hukum kita.

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya